logo |

Berita

    Beranda   >     Industri    >     Isi utama

    Ini Pemicu Saham-saham Bank Mini Meroket, Awas Spekulasi Bro!

    Ikhtisar:Sejumlah saham bank-bank yang dikabarkan akan menjadi bank digital bergerak melesat
    b812c3e2-0685-4939-acf7-e82901739256_169.jpeg

      Sejumlah saham bank-bank yang dikabarkan akan menjadi bank digital bergerak melesat dalam beberapa pelan terakhir di Bursa Efek Indonesia. Kenaikan ini juga ditopang pula dengan rencana pengaturan bank digital oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang akan merilis POJK terkait dengan bank digital sebelum pertengahan tahun ini.

      Head of Research PT Sucor Sekuritas Adrianus Bias Prasuryo mengatakan bahwa ada beberapa sentimen saham bank-bank kecil akhir-akhir ini cenderung lebih disebabkan oleh rumor pasar.

      “Ada dua sentimen besar menurut saya pertama narasi tentang bank digital. Jadi memang seiring dengan perkembangan digitalisasi, startup, dan techique companies sekarang bank juga sudah mulai venture digitilization jadi ada banyak ekspektasi dan spekulasi yang menyatakan bank kecil ini akan di akuisisi oleh beberapa startup atau unicorn untuk dijadikan bank digital,” ujar Adrianus dalam program InvesTime CNBC Indonesia, Senin malam (22/2/2021).

      Dia melanjutkan bahwa hal kedua adalah sentimen tentang merger dan akuisisi karena dampak dari rencana peraturan OJK yang terbaru terkait dengan pemodalan bank yang minimal sebesar Rp 1 triliun di tahun lalu, Rp 2 triliun di awal tahun ini dan Rp 3 triliun di akhir tahun 2022.

      Hal tersebut membuat ada keharusan akuisisi dan merger antara bank-bank kecil tersebut apabila mereka tidak dapat memenuhi persyaratan pemodalan minimum.

      Di satu sisi, hal ini juga bisa dibilang menjadi spekulative buy bagi saham-saham bank mini karena realisasi dan roadmap-nya memang belum terlihat potensinya.

      “Jadi kita belum dengar potensi akuisisi, rencana akuisisi yang sudah diumumkan ataupun kita belum pernah dengar juga bank kecil ini jadi bank digital, mereka mau seperti apa ke depannya. Jadi bisa dibilang semua karena spekulasi kalo menurut saya,” papar dia.

      Sementara itu, Adrianus memprediksi tahun ini akan menjadi konsolidasi paling seru untuk sektor perbankan dan bank-bank kecil karena adanya aturan OJK. Hal ini memaksa bank-bank yang tidak bisa memenuhi requirement untuk cari partner atau bahkan membiarkan dirinya di akuisisi oleh bank besar lain atau institusi lain yang memang izin perbankan misalnya untuk beroperasi.

      “Jadi angle ini membuat bank-bank kecil menguat dari beberapa waktu terakhir,” ungkap dia.

      Sebelumnya, Head of Invesment Reswara Gian Investa, Kiswoyo Adi Joe menilai investor mesti harus waspada terhadap potensi terjadinya penurunan harga saham bank-bank mini yang cukup signifikan bila rumor pasar berkaitan dengan akuisisi dan masuknya investor untuk bank digital ternyata belum teruji kebenarannya.

      Merebaknya isu lembaga keuangan asing mencaplok bank-bank kecil di Tanah Air memang membuat pergerakan harga saham bank BUKU II (bank dengan modal inti antara Rp 1 triliun hingga Rp 5 triliun) kompak melesat.

      Sebelumnya, saham-saham bank mini melesat cukup kencang seperti PT Bank Ganesha Tbk (BGTG) dan PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (INPC).

      Tidak hanya kedua saham tersebut yang terbang menyentuh level auto reject atas (ARA), empat bank lain juga sempat menyentuh level ARA yakni PT Bank Victoria Internasional Tbk (BVIC), PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB), PT Bank Bumi Arta Tbk (BNBA), dan PT Bank Capital Tbk (BACA) pada pekan ini.

      Belakangan, BACA dan BNBA belum mengetahui secara pasti rumor pasar tersebut.

      Kiswoyo menilai kenaikan beberapa harga saham bank-bank kecil akhir-akhir ini memang cenderung lebih disebabkan oleh rumor pasar.

      “Saham bank kecil pergerakannya, rumornya lagi mencoba diakuisisi pihak asing. Perbankan di Indonesia saat ini NIM-nya tertinggi di dunia sehingga menarik bagi asing. Di luar negeri, NIM 3% saja susah,” katanya, kepada CNBC Indonesia, Rabu (17/2/2021).

      Sumber : CNBC

    United Arab Emirates Dirham

    • United Arab Emirates Dirham
    • Australia Dollar
    • Canadian Dollar
    • Swiss Franc
    • Chinese Yuan
    • Danish Krone
    • Euro
    • British Pound
    • Hong Kong Dollar
    • Hungarian Forint
    • Japanese Yen
    • South Korean Won
    • Mexican Peso
    • Malaysian Ringgit
    • Norwegian Krone
    • New Zealand Dollar
    • Polish Zloty
    • Russian Ruble
    • Saudi Arabian Riyal
    • Swedish Krona
    • Singapore Dollar
    • Thai Baht
    • Turkish Lira
    • United States Dollar
    • South African Rand

    United States Dollar

    • United Arab Emirates Dirham
    • Australia Dollar
    • Canadian Dollar
    • Swiss Franc
    • Chinese Yuan
    • Danish Krone
    • Euro
    • British Pound
    • Hong Kong Dollar
    • Hungarian Forint
    • Japanese Yen
    • South Korean Won
    • Mexican Peso
    • Malaysian Ringgit
    • Norwegian Krone
    • New Zealand Dollar
    • Polish Zloty
    • Russian Ruble
    • Saudi Arabian Riyal
    • Swedish Krona
    • Singapore Dollar
    • Thai Baht
    • Turkish Lira
    • United States Dollar
    • South African Rand
    Nilai Tukar Saat Ini  :
    --
    Jumlah
    United Arab Emirates Dirham
    Jumlah yang dapat ditukar
    -- United States Dollar
    Peringatan

    Basis data WikiFX berasal dari pihak berwenang yang resmi, seperti FCA, ASIC, dll. Konten yang dipublikasikan juga didasarkan pada keadilan, objektivitas, dan fakta. WikiFX tidak meminta biaya hubungan masyarakat (PR), biaya iklan, biaya peringkat, biaya penghapusan data, dan biaya-biaya lainnya. WikiFX akan melakukan yang terbaik dalam menjaga konsistensi dan sinkronisitas data dengan sumber data yang berwenang sesuai otoritas peraturan,tetapi tidak menjamin data diperbarui secara konsisten.

    Mengingat segi kekompleksan dari industri forex, tak menutup kemungkinan bahwa beberapa broker mendapatkan lisensi yang dikeluarkan oleh lembaga regulasi resmi secara ilegal. Jika data yang diterbitkan oleh WikiFX tidak sesuai dengan fakta, silakan gunakan fungsi Kritik dan Saran untuk memberi tahu kami. Kami akan segera memeriksa dan mempublikasikan hasilnya.

    Valas, logam mulia, dan CFD (OTC) adalah produk leverage dengan tingkat risiko tinggi yang dapat menyebabkan kerugian pada prinsip investasi Anda. Silakan pertimbangkan secara rasional.

    Catatan khusus, konten situs WikiFX hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh ditafsirkan sebagai saran investasi. Broker Forex dipilih oleh pengguna. Pengguna memahami dan memperhitungkan semua risiko yang timbul dengan perdagangan Forex yang tidak relevan dengan WikiFX, pengguna harus menanggung tanggung jawab penuh atas konsekuensinya.