Apa Penyebab Dolar AS Terus Menguat? Rupiah Bertahan di Atas Rp18.000 dan Ini Pemicunya
Rupiah bertahan di atas Rp18.000/US$ saat indeks dolar AS (DXY) menguat ke 101,802. Bank Indonesia menyoroti yield US Treasury di atas 5% dan rencana MSCI.
简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
اردو
Ikhtisar:Seorang warga China bernama Zheng Zhao (44) diekstradisi dari Belanda ke Amerika Serikat dan menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Distrik Tengah California pada 23 Oktober 2026. Ia didakwa ikut mencuci lebih dari US$36,9 juta hasil penipuan investasi kripto yang menimpa 174 warga AS, menurut Departemen Kehakiman AS (DOJ).

Zhao menghadapi tuduhan konspirasi pencucian uang sejak Agustus 2025 dan terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara. Jaksa menyebut dana korban diubah menjadi USDT lalu dikirim ke jaringan pusat penipuan di Kamboja.
Total kerugian korban mencapai lebih dari US$36,9 juta. Jumlah itu mengalir dari rekening bank AS yang dikuasai konspirator ke satu rekening di Deltec Bank, Bahama. Dari sana, dana dikonversi menjadi stablecoin Tether (USDT) dan dikirim ke dompet digital di Kamboja.
Korban berjumlah 174 warga negara AS. Mereka dijerat lewat situs trading kripto palsu yang dibuat menyerupai bursa asli. Jaksa menyebut korban diyakinkan bahwa investasi mereka terus naik, padahal uangnya sudah dicuri sejak awal.
Delapan rekan konspirator telah mengaku bersalah. Dua di antaranya, ShengSheng He dan Jingliang Su, masing-masing dijatuhi hukuman 51 bulan dan 46 bulan penjara karena menjalankan bisnis pengiriman uang tanpa izin. He juga diperintahkan membayar restitusi US$26.867.242,44.
Hakim Pengadilan Distrik AS R. Gary Klausner yang menjatuhkan vonis untuk Su. Su telah berada dalam tahanan federal sejak Desember 2024. Ia mengaku bersalah pada Juni 2025. He mengaku bersalah pada April 2025, dan dijatuhi hukuman pada September 2025.
Jose Somarriba, peserta lain, menerima hukuman 36 bulan penjara, menurut pengumuman DOJ pada Januari. Detail ini muncul dalam laporan crypto.news, namun tidak dijelaskan lebih lanjut di sumber lain.

DOJ merinci alur penipuan dalam dokumen pengadilan. Korban didekati lewat interaksi media sosial yang tidak diminta, panggilan telepon, pesan teks, dan layanan kencan online. Pelaku membangun kepercayaan lebih dulu — ini yang disebut FBI sebagai “pig butchering”: korban digemukkan dengan rasa percaya sebelum disembelih.
Setelah percaya, korban diarahkan ke platform trading kripto palsu. Situs ini menampilkan keuntungan investasi yang menggiurkan. Tapi angka-angkanya palsu. Uang korban langsung dialihkan melalui perusahaan cangkang AS, rekening bank internasional, dan dompet aset digital.
Peran Zhao dalam jaringan ini: mengatur konversi dana di Deltec Bank menjadi USDT dan mentransfernya ke dompet digital yang dikuasai di Kamboja. Dari sana, USDT dibagikan ke pimpinan pusat penipuan di kawasan itu.
Ini bukan pertama kalinya penipuan jenis ini mencuat. Otoritas Kamboja mengekstradisi kepala Prince Group, Chen Zhi, ke China pada Januari dalam kasus terpisah yang melibatkan penipuan kripto dan kerja paksa. Rekan Chen, Hu Shi, juga ditangkap di Jepang pada Juni.
Bagian paling teknis dari kasus ini adalah jalur pencucian uang. Dana korban tidak langsung masuk ke Kamboja. Mereka melewati perusahaan cangkang di AS, lalu ke rekening bank di Bahama. Baru setelah itu diubah menjadi USDT.
FBI menjelaskan, transaksi blockchain yang tercatat publik bisa membantu penyidik melacak perpindahan kripto. Tapi begitu dana masuk ke yurisdiksi asing dengan aturan anti pencucian uang lemah, pelacakan jadi jauh lebih sulit.
Di sinilah stablecoin berperan. USDT memungkinkan transfer lintas batas tanpa harus melalui perbankan tradisional. Tapi catatan DiarioBitcoin menekankan: aliran dana ini tidak hanya lewat blockchain. Perusahaan cangkang AS dan bank Bahama tetap menjadi titik rentan yang bisa diungkap penyidik.
Pengumuman DOJ sebelumnya mengidentifikasi rekening Bahama itu milik Axis Digital Limited. crypto.news menyebut Sihanoukville, Kamboja, sebagai salah satu lokasi pimpinan penipuan menerima dana. Nama perusahaan ini tidak muncul di semua laporan.
Belum ada pernyataan resmi dari Zhao atau pengacaranya. Ia masih dianggap tidak bersalah sampai terbukti di pengadilan. Sidang berikutnya dijadwalkan 30 November di Pengadilan Distrik AS di Los Angeles.
Beberapa laporan memberi detail berbeda. Crypto Briefing menyebut Zhao tiba di Los Angeles dan menjalani dakwaan pada 23 Oktober 2026. crypto.news mencatat ia diperintahkan ditahan dan sidang dakwaan dijadwalkan 30 November.
Sumber resmi DOJ menyebut tanggal dakwaan 23 Oktober tanpa menyebut tahun secara eksplisit.
Ekstradisi Zhao memakan waktu lebih dari setahun sejak dakwaan Agustus 2025. Crypto Briefing mencatat ini “kurang lebih normal” untuk kasus lintas batas yang melewati pengadilan Eropa.
Jumlah konspirator yang mengaku bersalah juga bervariasi: delapan orang menurut DOJ. Nama yang disebut konsisten antara laporan: ShengSheng He dan Jingliang Su. Sisanya tidak dirinci di sebagian besar publikasi.
AS juga telah menargetkan operator penipuan di Asia Tenggara lebih luas. Pada September, Satuan Tugas Penipuan DOJ bekerja sama dengan Departemen Keuangan AS membidik Xinbi Guarantee, pasar online berbahasa Mandarin yang diduga menghubungkan operator dengan vendor situs palsu dan jasa pencucian uang.
Otoritas federal membekukan sekitar US$5 juta — angka ini tidak dirinci lebih lanjut.
Ada dua cara membaca kasus ini. Pertama, stablecoin menjadi sorotan karena dipakai untuk memindahkan hasil kejahatan lintas batas. Kedua, jalur pencucian tetap bergantung pada infrastruktur tradisional: perusahaan cangkang AS dan bank Bahama. Kripto hanya muncul di ujung rantai, bukan di awal.
Untuk investor ritel, pelajaran praktisnya lebih tentang mengenali pola daripada kebijakan. Skema ini mengikuti naskah yang bisa dikenali: orang asing di medsos, hubungan yang dibangun perlahan, platform trading yang tidak pernah Anda dengar, dan keuntungan yang terlihat terlalu bagus.
Setidaknya 174 warga AS membuktikan itu dengan kerugian gabungan lebih dari US$36,9 juta.
Pelaku tidak langsung meminta uang. Mereka membangun hubungan dulu — lewat chat medsos, aplikasi kencan, atau telepon. Baru setelah percakapan berjalan hangat, tawaran investasi muncul.
Tanda-tanda yang patut dicurigai:
Jika Anda pernah mengalami pola serupa, laporkan ke pihak berwenang. Di Indonesia, pengaduan bisa disampaikan ke OJK atau Bareskrim Polri. Untuk penipuan kripto, bukti transaksi blockchain bisa menjadi jejak awal — meski bila dana sudah berpindah ke luar negeri, pelacakan jadi jauh lebih rumit.


Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.

Rupiah bertahan di atas Rp18.000/US$ saat indeks dolar AS (DXY) menguat ke 101,802. Bank Indonesia menyoroti yield US Treasury di atas 5% dan rencana MSCI.

Ulasan jujur broker FXBTG Financial Group 2026. Cek status legalitas Bappebti, skor WikiFX, ulasan Trustpilot, risiko deposit, dan apakah aman atau penipuan.

FXOpen UK tutup akun klien dan lepas lisensi FCA di Q4 2026. Simak ulasan lengkap status Bappebti, review WikiFX, Trustpilot, serta keamanan dana Anda.

Review lengkap dan objektif broker forex Elev8 di Q4 2026. Mengupas tuntas regulasi, fitur trading, ulasan Trustpilot & WikiFX, status BAPPEBTI, serta analisis risiko aman atau penipuan.