Apa yang dimaksud Broker Market Maker?
market maker menyediakan kuotasi beli dan jual serta dapat menjadi lawan transaksi untuk menjaga likuiditas. Istilah ini perlu dibaca bersama badan hukum, jenis akun, dan dokumen layanan karena implementasinya dapat berbeda antarbroker.
Apa perbedaan utama yang perlu dipahami?
broker STP atau ECN lebih menekankan penerusan order, sementara market maker menekankan ketersediaan harga internal. Jangan menyimpulkan hanya dari nama akun atau materi promosi; cocokkan dengan spesifikasi dan kebijakan yang berlaku.
Data apa yang paling penting saat membandingkan broker?
Fokus pada sumber harga, spread, requote, slippage, kebijakan konflik kepentingan, dan regulator. Untuk trader Indonesia, periksa juga apakah entitas lokal memiliki rujukan BAPPEBTI, JFX, atau ICDX, atau regulator mana yang mengawasi entitas internasional.
Apakah daftar ini membuktikan semua broker menawarkan fitur tersebut?
Tidak. Nama akun, pilihan platform, atau materi pemasaran belum membuktikan cara setiap order ditangani maupun tersedianya layanan khusus seperti MAM. Mintalah ketentuan tertulis dari badan hukum tempat akun akan dibuka.
Bagaimana memilih jenis akun dan platform yang sesuai?
Cocokkan platform dengan perangkat dan metode kerja Anda, lalu periksa spread, komisi, lot minimum, leverage, serta aturan posisi pada jenis akun yang dipilih. Uji alur order melalui demo sebelum memakai dana riil.
Apa risiko utama yang tidak boleh diabaikan?
harga internal dapat berbeda dari sumber lain, terutama saat volatilitas atau likuiditas rendah. Selain risiko broker, leverage dan pergerakan pasar tetap dapat menyebabkan kerugian yang melebihi rencana bila ukuran posisi tidak dibatasi.
Bagaimana cara menguji broker sebelum menambah modal?
Langkah praktisnya adalah catat spread dan hasil eksekusi pada beberapa kondisi pasar sebelum meningkatkan volume. Mulailah dengan dana yang sanggup ditanggung bila rugi, uji deposit dan penarikan, serta simpan riwayat order dan komunikasi layanan.