Ikhtisar:Otoritas Perilaku Keuangan Inggris (Financial Conduct Authority/FCA) berhasil memperoleh perintah konfiskasi senilai total £851.402 (sekitar Rp18 miliar dengan asumsi kurs £1 setara Rp21.000) dari dua pelaku penipuan investasi kripto yang merugikan puluhan investor.

Perintah itu dijatuhkan setelah kasus pidana yang menjerat keduanya selesai, tetapi uang tersebut belum tentu langsung sampai ke tangan korban. Jika seluruh jumlah itu berhasil dipulihkan, dana tersebut baru menutup sekitar 55 persen dari kerugian yang dilaporkan para korban.
Pengadilan Mahkota Southwark (Southwark Crown Court) memerintahkan Raymondip Bedi membayar £603.404,28 dan Patrick Mavanga membayar £247.997,99.
Kedua angka itu jika dijumlahkan menghasilkan £851.402 (sekitar Rp18 miliar dengan asumsi kurs £1 setara Rp21.000), sesuai dengan total perintah konfiskasi yang diumumkan regulator.
Namun, pada tahap ini perintah konfiskasi belum berarti para investor sudah menerima uangnya. FCA menyatakan telah mengidentifikasi dan menghubungi para korban, serta akan mengembalikan dana yang berhasil dipulihkan melalui proses konfiskasi.
Regulator belum mengungkapkan kapan distribusi akan dimulai atau bagaimana uang yang dipulihkan akan dialokasikan di antara para korban yang telah diidentifikasi.
Artinya, jumlah akhir yang diterima setiap investor masih bergantung pada seberapa besar dana yang benar-benar berhasil ditagih FCA dan bagaimana proses kompensasi diselesaikan.

Daftar isiModus Panggilan Dingin dan Perusahaan Cangkang
Antara Februari 2017 dan Juni 2019, Bedi dan Mavanga melakukan panggilan telepon dingin (cold call, yaitu telepon tak diminta kepada calon korban) dan membujuk konsumen untuk menanamkan uang pada investasi kripto yang mereka klaim.
Skema itu beroperasi melalui sejumlah perusahaan, antara lain CCX Capital dan Astaria Group LLP. Menurut regulator, peluang investasi yang ditawarkan tersebut palsu.
Akibatnya, sedikitnya 65 investor mengalami total kerugian gabungan sebesar £1.541.799. Angka itu menjadi dasar perhitungan bahwa perintah konfiskasi senilai £851.402 hanya menutup sekitar 55 persen dari total kerugian yang dilaporkan. FCA yang menuntut kasus ini di pengadilan.
Pada Juli 2025, Bedi dijatuhi hukuman lima tahun empat bulan penjara, sedangkan Mavanga menerima enam tahun enam bulan. Keduanya mengaku bersalah atas penipuan dan pelanggaran terkait operasi tanpa izin.
Vonis tambahan keduanya berbeda: Bedi juga terbukti bersalah atas tindak pidana pencucian uang, sementara Mavanga atas penggunaan dokumen identitas palsu dan perbuatan yang menghalangi jalannya peradilan.
Tiga Bulan untuk Membayar, atau Hadapi Hukuman Tambahan
Proses konfiskasi menyusul perkara pidana dan bertujuan memulihkan hasil kejahatan. Bedi dan Mavanga kini memiliki waktu tiga bulan untuk memenuhi perintah konfiskasi tersebut.
Kegagalan membayar dapat berujung pada tambahan hukuman penjara, meskipun hukuman itu tidak menggantikan kewajiban finansial yang belum dibayar.
Perlu dipahami bahwa konfiskasi berbeda dari ganti rugi langsung. Perintah ini mewajibkan pelaku menyerahkan aset atau uang hasil kejahatan kepada negara, dan dana yang berhasil dikumpulkan kemudian disalurkan kembali kepada korban melalui mekanisme kompensasi.
Karena itu, kecepatan dan besaran pengembalian sangat bergantung pada kemampuan otoritas menagih jumlah yang diperintahkan.
Konteks bagi Investor Ritel
Kasus ini menjadi pengingat bahwa penipuan berkedok investasi kripto sering dimulai dari telepon tak diminta. Bagi pembaca yang baru mengenal pasar valuta asing dan aset digital, penting untuk memahami bahwa tawaran investasi melalui panggilan dingin, apalagi yang menjanjikan imbal hasil tinggi, merupakan salah satu pola yang paling sering muncul dalam kasus penipuan.
FCA adalah regulator jasa keuangan di Inggris yang berwenang menuntut pelaku penipuan dan mengupayakan pemulihan dana korban melalui jalur pengadilan.
Namun, pemulihan dana melalui konfiskasi tidak menjamin korban menerima kembali seluruh kerugian mereka. Dalam kasus ini, bahkan jika seluruh £851.402 berhasil ditagih, dana itu hanya menutup sekitar 55 persen dari total kerugian £1.541.799.
Sisa kerugian tidak dijamin kembali melalui proses ini, dan regulator belum memberi keterangan kapan pembayaran kepada korban akan dimulai.
Sumber yang tersedia tidak menyebutkan tanggal pasti putusan konfiskasi dijatuhkan, hanya tanggal terbit laporan pada 28 September 2026.
Selain itu, tidak ada rincian jumlah korban per perusahaan (CCX Capital dan Astaria Group LLP), tidak ada informasi tentang berapa dana yang sudah disita versus yang masih harus ditagih, dan tidak ada pernyataan langsung dari FCA, pengadilan, maupun perwakilan korban yang dikutip dalam sumber. Keterbatasan ini perlu dicatat agar pembaca tidak menyimpulkan lebih jauh dari fakta yang tersedia.