Ikhtisar:Pengadilan AS menjatuhkan denda perdata 9,21 juta dolar AS (setara sekitar Rp 66 Miliar) kepada pendiri NOLA FX, Michael DePetrillo, di atas restitusi 6,74 juta dolar AS. Skema Ponzi forex ini menyerap dana sekitar 55 investor selama tujuh tahun.

Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk Distrik Timur Louisiana memerintahkan pendiri NOLA FX, Michael B. DePetrillo, bersama dua perusahaannya membayar denda perdata sebesar 9.211.492 dolar AS (setara sekitar Rp 66 Miliar) atas operasi forex ritel yang curang.
Perintah tersebut juga melarang para tergugat secara permanen untuk melakukan pelanggaran lebih lanjut terhadap Undang-Undang Bursa Komoditas (Commodity Exchange Act) dan peraturan Komisi, sebagaimana didakwakan, serta menjatuhkan larangan permanen untuk melakukan perdagangan dan pendaftaran.
Putusan itu melengkapi hukuman pidana penjara 9 tahun yang sudah dijatuhkan sebelumnya dan menutup perkara perdata dari regulator berjangka AS, Commodity Futures Trading Commission (CFTC).
Daftar isiDenda Baru di Atas Restitusi Korban
Denda tersebut bukan satu-satunya kewajiban DePetrillo. Pada Juli 2025 ia divonis sembilan tahun penjara dan diperintahkan membayar restitusi (pengembalian dana kepada korban) sebesar 6.748.412 dolar AS.
Dengan demikian, total pembayaran yang diperintahkan pengadilan kepadanya mendekati 16 juta dolar AS. Vonis itu menyusul pengakuan bersalahnya pada Februari 2025.
Putusan perdata yang baru juga melarang DePetrillo, Meteor LLC, dan NOLA FX Capital Management LLC secara permanen bertransaksi di pasar yang diatur CFTC atau mendaftar sebagai peserta di lembaga tersebut.
CFTC menyatakan putusan verstek (default judgment, yaitu putusan yang dijatuhkan karena pihak tergugat tidak hadir atau tidak menanggapi gugatan) itu menyelesaikan perkara perdatanya.
Perlu dicatat bahwa denda perdata dan perintah restitusi adalah dua hal berbeda. Denda masuk ke otoritas sebagai sanksi, sedangkan restitusi ditujukan untuk mengembalikan dana kepada pihak yang dirugikan. Keduanya dijatuhkan dalam jalur hukum yang terpisah, yaitu perkara pidana dan perkara perdata.

Bagaimana Skema Itu Bekerja
Kepada calon investor, DePetrillo dan perusahaannya menawarkan pengumpulan dana di NOLA FX Fund untuk diperdagangkan pada kontrak valuta asing dengan leverage.
Leverage adalah fasilitas pinjaman dari broker yang memungkinkan posisi trading jauh lebih besar daripada modal yang disetor, sehingga keuntungan maupun kerugian ikut membesar.
Namun pengadilan menemukan dana dari investor baru justru dipakai untuk membayar peserta yang lebih dulu masuk. Laporan rekening palsu disiapkan agar dana tersebut tampak sebagai operasi forex yang menguntungkan.
Pola ini dikenal sebagai skema Ponzi, yaitu model yang membayar imbalan kepada peserta lama menggunakan setoran peserta baru, bukan dari hasil usaha yang sesungguhnya.
Menurut Departemen Kehakiman AS, DePetrillo mengumpulkan sekitar 9,2 juta dolar AS dari sekitar 55 investor dalam rentang tujuh tahun.
Dalam perkara perdata, pengadilan menemukan lebih dari 3 juta dolar AS dana peserta disalahgunakan, antara lain untuk pembayaran kepada peserta lama, pengeluaran pribadi DePetrillo, dan trading di rekening miliknya sendiri.
Temuan itu menunjukkan bahwa laporan rekening yang tampak rapi bukan bukti bahwa dana benar-benar diperdagangkan. Dalam kasus ini, sebagian dana justru berpindah ke rekening pribadi dan ke aktivitas trading milik penyelenggara, bukan ke pool dana bersama seperti yang dijanjikan kepada investor.
Pola Yang Berulang di Gugatan CFTC
Kasus DePetrillo menjadi salah satu dari beberapa tindakan CFTC tahun ini terhadap kumpulan investasi yang dipresentasikan sebagai bisnis perdagangan.
Pada Agustus, regulator menggugat Goliath Ventures dengan tuduhan mengumpulkan setidaknya 397 juta dolar AS untuk perdagangan kripto sambil menerbitkan laporan laba yang tidak nyata.
Bulan berikutnya, CFTC membawa kasus terhadap Cash FX Group, yang dituduh mengumpulkan lebih dari 950 juta dolar AS untuk kumpulan perdagangan forex, melakukan sedikit perdagangan, dan memakai setoran baru untuk membayar peserta sebelumnya.
Angka pada kasus Goliath Ventures dan Cash FX Group masih berstatus tuduhan dalam gugatan CFTC. Posisi kasus DePetrillo berbeda karena vonis pidana dan perintah restitusi sudah lebih dulu dijatuhkan, sementara putusan perdata baru menutup perkara regulator.
Yang Perlu Dicermati Investor Pemula
Bagi pembaca yang baru mengenal pasar valuta asing, rangkaian peristiwa ini menunjukkan pentingnya memeriksa siapa yang mengelola dana dan apakah pengelolanya terdaftar pada regulator yang berwenang.
Klaim keuntungan yang disertai laporan rekening rapi tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa dana benar-benar diperdagangkan, sebagaimana terlihat dalam temuan pengadilan atas NOLA FX Fund.
Kasus ini juga memperlihatkan bahwa sanksi dapat menumpuk: denda perdata, restitusi, dan larangan beraktivitas di pasar yang diatur regulator dapat dijatuhkan sekaligus.
Namun, besaran denda dan perintah restitusi tidak otomatis berarti seluruh dana investor akan kembali. Artikel ini bersifat informatif dan bukan rekomendasi investasi.

