Ikhtisar:Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta bank-bank Himbara memperkuat manajemen risiko dan tata kelola dalam menyalurkan kredit program prioritas pemerintah, menyusul peringatan S&P Global Ratings pekan lalu bahwa kredit program Presiden Prabowo tumbuh dua kali lebih cepat dari rata-rata industri.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menegaskan, “Besarnya kredit/pembiayaan yang disalurkan semestinya bukan dijadikan sebagai tujuan satu-satunya, namun harus pula dilengkapi dengan struktur kredit dan sumber pembayaran yang jelas, serta didukung dengan mitigasi risiko dan pemantauan yang memadai.”
Peringatan ini disampaikan di Jakarta, Senin (21/9/2026), dan dilaporkan oleh Suara.com serta Katadata.co.id.

Daftar isiApa Isi Peringatan OJK?
OJK tidak melarang bank Himbara membiayai program pemerintah. Justru sebaliknya, regulator memandang positif peran bank BUMN itu dalam mendukung agenda prioritas. Namun Dian menekankan, penyaluran kredit tidak boleh hanya mengejar volume. Struktur kredit, sumber pembayaran, dan mitigasi risiko harus jelas.
“Bank Himbara merupakan bagian penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus ikut berperan aktif dalam pemerataan kesejahteraan,” ujar Dian, seperti dikutip Antara.
Program yang dimaksud meliputi Kredit Usaha Rakyat (KUR), penghapustagihan kredit UMKM, program 3 Juta Rumah, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), dan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kenapa Baru Sekarang?
Peringatan ini bukan muncul dari ruang hampa. Pekan lalu, S&P Global Ratings memperingatkan bahwa bank-bank Himbara menghadapi risiko kredit dan penurunan laba. Penyebabnya: penyaluran kredit untuk program andalan pemerintah tumbuh dua kali lebih cepat dibanding rata-rata industri perbankan nasional.
Suara.com melaporkan, peringatan S&P itulah yang memicu respons OJK. Artinya, regulator bergerak setelah lembaga pemeringkat internasional angkat bicara.
KDKMP: Titik Rawan yang Disorot
Warta Ekonomi menyebut, OJK secara khusus memperhatikan potensi keterlambatan pembayaran KDKMP yang akan jatuh tempo. Pemerintah melalui Menteri Keuangan telah berkomitmen membayar, tetapi OJK memastikan berbagai aspek teknis disiapkan.
Dian menjelaskan, persiapan itu mencakup kejelasan sumber pembayaran, proses verifikasi dan validasi, dokumentasi, hingga petunjuk pelaksanaan. Bloomberg Technoz juga mengutip pernyataan Dian bahwa sektor perbankan adalah mitra strategis pemerintah.

Bagaimana Mekanisme Risikonya?
Bank Himbara adalah BUMN yang sebagian besar sahamnya dimiliki negara. Mereka didorong menjalankan fungsi pembangunan, tapi tetap harus menghasilkan laba. Dua tujuan ini bisa bentrok.
Ketika kredit digelontorkan besar-besaran untuk program yang dananya bergantung pada APBN, risiko gagal bayar bergeser ke bank. Jika pemerintah telat membayar, likuiditas bank terganggu. Jika debitur UMKM tidak mampu bayar, kredit macet naik. Laba pun tertekan.
OJK meminta bank memastikan kelayakan pembiayaan, bukan sekadar menyalurkan. Ini sinyal bahwa pengawasan akan lebih ketat ke depan.
Apa Kata Media Lain?
Sebagian besar media, termasuk Katadata, Periskop, dan Koran Jakarta, memberitakan peringatan OJK dengan nada yang sama. Tidak ada perbedaan substansial. Namun ada satu catatan: Warta Ekonomi menyebut program “KDMP” tanpa kata “Kelurahan”, sementara sumber lain menulis “KDKMP”. Ini hanya variasi penamaan, bukan perbedaan fakta.
Belum ada tanggapan resmi dari bank-bank Himbara. S&P juga belum mengeluarkan pernyataan tambahan setelah peringatan OJK.
Yang Perlu Anda Tahu Sebagai Nasabah
Peringatan ini tidak langsung berdampak pada simpanan Anda. Bank Himbara — BRI, Mandiri, BNI, BTN — tetap di bawah pengawasan OJK. Namun jika Anda punya kredit di bank-bank ini, perhatikan dua hal.
Pertama, suku bunga kredit program seperti KUR bisa berubah jika bank mengetatkan risiko. Kedua, jika Anda debitur KDKMP atau program lain, pastikan pembayaran Anda tercatat benar. Simpan bukti transaksi.
Untuk memantau kesehatan bank, cek laporan keuangan publik di situs masing-masing bank atau portal OJK. Jika ada keluhan, hubungi layanan konsumen OJK di 157 atau email konsumen@ojk.go.id.
Sumber Informasi
- Posting X @suaradotcom
- Suara.com — Setelah Lembaga Rating Global, Giliran OJK Kirim Peringatan
- Katadata.co.id — OJK Minta Bank Himbara Perkuat Manajemen Risiko Kredit Program Pemerintah
- Antara Jatim — OJK minta Himbara jaga manajemen risiko kredit program
- Warta Ekonomi — Biayai KDMP dan MBG, OJK Minta Bank Himbara Perkuat Manajemen Risiko
- Bloomberg Technoz — OJK Soroti Risiko Kredit Himbara di Tengah Pembiayaan Proyek RI