简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
اردو
Optimisme Diplomatik Tekan Premi Risiko Minyak, Krisis Produk Olahan Masih Mengancam
Ikhtisar:Arus minyak melalui Selat Hormuz mulai pulih, sementara optimisme diplomatik secara bertahap mengikis premi risiko perang yang sebelumnya menopang harga minyak. Pada perdagangan Kamis, harga berjangka
Arus minyak melalui Selat Hormuz mulai pulih, sementara optimisme diplomatik secara bertahap mengikis premi risiko perang yang sebelumnya menopang harga minyak. Pada perdagangan Kamis, harga berjangka Brent sempat turun ke US$86,22 per barel sebelum kembali ke atas US$88. Secara mingguan, Brent telah terkoreksi 6,3%.
Menurut laporan, Kuwait dan Qatar mulai memulihkan ekspor minyak mentah melalui Selat Hormuz. Total volume minyak yang melewati jalur strategis tersebut kini telah kembali ke sekitar 75% dari level sebelum perang, sehingga kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan mulai mereda.
Volume pengiriman minyak mentah Kuwait dan Qatar saat ini diperkirakan telah mencapai sekitar 70% dari level sebelum perang yang sebesar 2 juta barel per hari. Secara keseluruhan, arus minyak melalui Selat Hormuz telah meningkat menjadi sekitar 7–8 juta barel per hari, dibandingkan sekitar 4 juta barel pada pertengahan Juli. Vortexa bahkan memperkirakan rata-rata tujuh hari arus minyak telah mendekati 10 juta barel per hari.
Pemulihan tersebut terutama didorong oleh perkembangan diplomatik antara Iran dan Oman. Kedua negara tengah membahas pembentukan “koridor maritim bersama sementara” serta bekerja sama membersihkan ranjau laut di Selat Hormuz. Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan seluruh ranjau telah dibersihkan. Sejumlah trader pun mulai menilai pasar minyak tengah memperhitungkan kemungkinan tercapainya kesepakatan damai lebih cepat dari perkiraan.
Namun, prospek kesepakatan masih diliputi ketidakpastian. Analis UBS menilai kerangka diplomatik Iran-Oman memang menekan harga minyak, tetapi dukungan Washington masih diragukan mengingat AS terus meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran. Pemerintahan Trump dan Teheran juga masih menemui jalan buntu dalam sejumlah isu utama.
Pulihnya arus minyak melalui Selat Hormuz turut menjelaskan penurunan Brent dari level di atas US$120 per barel pada akhir April ke kisaran US$80 saat ini. Para trader secara bertahap mulai menutup posisi beli yang sebelumnya dibangun untuk mengantisipasi risiko perang.
Meski risiko pasokan minyak mentah mereda, krisis energi kini mulai bergeser ke pasar produk olahan. Kerusakan fasilitas penyulingan di Timur Tengah dan serangan Ukraina terhadap kilang Rusia telah memperketat pasokan bahan bakar global.
Crack spread diesel AS masih bertahan di atas US$90 per barel setelah sempat mencetak rekor sekitar US$100 pada pekan lalu. Persediaan diesel global juga tetap ketat. Artinya, sekalipun arus minyak mentah melalui Selat Hormuz terus pulih, tekanan di pasar produk olahan belum tentu mereda dalam waktu dekat.
Secara keseluruhan, pemulihan arus minyak dan meningkatnya optimisme diplomatik telah menekan premi risiko geopolitik pada harga minyak. Namun, perbedaan mendasar antara AS dan Iran belum terselesaikan, sementara kelangkaan produk olahan masih menjadi risiko utama bagi pasar energi.
Dalam jangka pendek, harga minyak akan sangat bergantung pada perkembangan lalu lintas Selat Hormuz dan perundingan AS-Iran. Untuk jangka menengah hingga panjang, stabilitas pasokan membutuhkan kesepakatan yang dapat diterapkan sekaligus jaminan keamanan pelayaran. Investor perlu terus mencermati perkembangan geopolitik serta tekanan pada pasar produk olahan.
Peringatan Risiko: Pandangan, analisis, riset, harga, dan informasi di atas hanya merupakan komentar pasar secara umum dan tidak mencerminkan posisi platform ini. Setiap pembaca bertanggung jawab atas keputusan dan risiko investasinya sendiri. Harap bertransaksi secara bijak dan berhati-hati.
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.










