简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
اردو
Harga Minyak Anjlok 4%, Saham Teknologi Rebound, Tembaga Cetak Rekor Baru
Ikhtisar:Tinjauan PasarPasar global pada Rabu berfokus pada beberapa perkembangan utama.Pertama, meredanya ketegangan di Timur Tengah memberikan tekanan signifikan terhadap harga minyak. Amerika Serikat dan Ir
Tinjauan Pasar
Pasar global pada Rabu berfokus pada beberapa perkembangan utama.
Pertama, meredanya ketegangan di Timur Tengah memberikan tekanan signifikan terhadap harga minyak. Amerika Serikat dan Iran dikabarkan mencapai kemajuan dalam pembahasan mengenai kebebasan navigasi di Selat Hormuz, sehingga premi risiko geopolitik mulai terkikis. Harga minyak WTI turun 3,12% menjadi US$82,36 per barel, sementara Brent merosot 3,89% ke US$88,58 per barel, bahkan sempat jatuh di bawah US$90 dalam perdagangan intraday.
Kedua, saham teknologi kembali menguat, dipimpin oleh sektor semikonduktor. Indeks Philadelphia Semiconductor naik 1,4%, sementara Nasdaq menguat 0,66% ke level 26.151. Saham Nvidia naik 2,2% dan AMD melonjak 4,9%. Nvidia dijadwalkan merilis laporan keuangannya setelah penutupan pasar AS malam ini, dengan pasar memperkirakan pendapatan sekitar US$92 miliar.
Ketiga, Kanada mengumumkan tarif balasan senilai sekitar US$20 miliar serta menaikkan tarif terhadap produk baja dan aluminium menjadi 50%. Langkah tersebut menandai eskalasi besar dalam konflik perdagangan antara Amerika Serikat dan Kanada.
Di pasar komoditas, logam mulia dan logam industri sama-sama menguat. Harga emas spot naik 0,21% menjadi US$4.662 per ons dan kembali mencetak rekor tertinggi. Sementara itu, harga kontrak berjangka tembaga di London dan New York juga menembus level tertinggi sepanjang sejarah.
Di pasar obligasi AS, imbal hasil tenor panjang bergerak turun, dengan yield Treasury AS 10 tahun turun menjadi 4,64%. Sementara itu, indeks kepercayaan konsumen pada Agustus turun menjadi 89,4, level terendah dalam tujuh bulan terakhir.
Fokus Pasar● Laporan Keuangan Nvidia dan Belanja Modal AI
Nvidia akan merilis laporan keuangannya setelah penutupan pasar AS malam ini. Pasar memperkirakan pendapatan perusahaan mencapai sekitar US$92 miliar, hampir dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Laporan ini dipandang sebagai salah satu indikator terpenting untuk mengukur kekuatan siklus belanja modal terkait kecerdasan buatan atau AI saat ini.
Keberlanjutan permintaan dari pusat data serta kemungkinan kenaikan proyeksi kinerja untuk kuartal berikutnya akan secara langsung memengaruhi sentimen risiko terhadap sektor semikonduktor dan saham teknologi secara keseluruhan. Karena itu, laporan Nvidia menjadi salah satu katalis tunggal terpenting bagi pasar lintas aset pekan ini.
● Rebalancing Harga Minyak di Tengah Perkembangan Timur Tengah
Kabar mengenai kemajuan pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran terkait kebebasan navigasi di Selat Hormuz mendorong pasar mengurangi premi risiko geopolitik. Harga minyak Brent pun sempat turun hingga menembus level US$90 per barel.
Namun, persediaan gas alam di Eropa masih relatif rendah dan ketidakpastian pasokan menjelang musim dingin tetap menjadi perhatian.
Apabila negosiasi kembali menemui hambatan atau gangguan pelayaran di Laut Merah kembali meningkat, ruang penurunan harga minyak berpotensi menjadi terbatas. Ke depan, pasar perlu mencari titik keseimbangan baru antara ekspektasi meredanya risiko geopolitik dan kondisi fundamental penawaran-permintaan yang sebenarnya.
Agenda Utama yang Perlu Diperhatikan
Laporan keuangan Nvidia malam ini setelah penutupan pasar AS: pasar memperkirakan pendapatan sekitar US$92 miliar, hampir dua kali lipat secara tahunan.
Indeks Harga PCE Inti AS bulan Juli (Jumat): pasar memperkirakan kenaikan 3,3% secara tahunan dan 0,2% secara bulanan.
Pidato dalam Simposium Jackson Hole (Jumat): pasar akan mencermati sinyal terkait arah kebijakan moneter dan prospek suku bunga.
Eskalasi perang dagang AS-Kanada: fokus tertuju pada tarif balasan Kanada senilai sekitar US$20 miliar serta dampaknya terhadap rantai pasok baja dan aluminium.
Harga minyak dan negosiasi AS-Iran: Brent sempat turun di bawah US$90 per barel, sementara perkembangan lebih lanjut terkait kebebasan navigasi di Selat Hormuz akan menjadi perhatian utama.
Perkembangan korporasi China: jajaran eksekutif Alibaba secara kolektif menambah kepemilikan saham senilai lebih dari HK$800 juta, sementara pendapatan Nongfu Spring pada semester pertama meningkat 16%.
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.










