简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
اردو
Wall Street Melemah dari Rekor, Harga Emas dan Minyak Naik, Data Konsumsi AS Jadi Sorotan
Ikhtisar:Ikhtisar PasarPada hari Jumat, pasar saham Amerika Serikat mengalami koreksi tipis setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi, namun tetap menutup pekan di zona positif. Indeks SP 500 turun 0,17% ke
Ikhtisar Pasar
Pada hari Jumat, pasar saham Amerika Serikat mengalami koreksi tipis setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi, namun tetap menutup pekan di zona positif. Indeks S&P 500 turun 0,17% ke 7.785,76, tetapi masih menguat 0,36% sepanjang pekan. Nasdaq melemah 0,28%, sementara Dow Jones turun 0,20%. Di tengah pelemahan indeks utama, saham sektor penyimpanan data dan semikonduktor justru memimpin penguatan, dengan SanDisk melonjak 7,39% dalam sehari dan mencatat kenaikan mingguan sebesar 35,38%.
Logam mulia berhasil bangkit setelah sebelumnya tertekan. Emas spot naik 0,6% ke 4.375,67, sehingga mencatat kenaikan mingguan sebesar 0,81%. Perak spot juga menguat 0,40% ke 64,667.
Di pasar energi, harga minyak kembali menguat seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap risiko pelayaran di kawasan Laut Merah. Minyak Brent naik 2% menjadi US$88,89 per barel, sedangkan WTI menguat 1,42% ke US$82,40 per barel.
Sementara itu, data ekonomi menunjukkan tanda-tanda melemahnya konsumsi di Amerika Serikat. Penjualan ritel bulan Juli turun 0,6% secara bulanan, mencatat penurunan bulanan terbesar dalam lebih dari satu tahun. Selain itu, indeks awal Sentimen Konsumen Universitas Michigan untuk Agustus turun ke 51. Meski demikian, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun justru naik 5,14 basis poin ke 4,690%.
Di sisi lain, Bank Sentral Tiongkok (PBOC) meningkatkan likuiditas melalui operasi reverse repo outright senilai 1 triliun yuan. Pasar kini menantikan serangkaian data ekonomi penting Tiongkok yang akan diumumkan pada hari Senin, termasuk produksi industri dan penjualan ritel bulan Juli.
Sorotan PasarData Ekonomi Tiongkok Juli Menjadi Fokus Utama
Pada hari Senin, Tiongkok akan merilis sejumlah indikator ekonomi penting, termasuk produksi industri, penjualan ritel, investasi aset tetap, serta indeks harga rumah di 70 kota untuk bulan Juli. Bersamaan dengan itu, Dewan Negara Tiongkok juga akan menggelar konferensi pers mengenai perkembangan ekonomi bulan Juli.
Setelah langkah injeksi likuiditas besar-besaran dari PBOC dan melemahnya data pembiayaan sosial, investor akan mencermati apakah permintaan domestik dan investasi benar-benar mulai kehilangan momentum, sekaligus menilai apakah pemerintah perlu meningkatkan stimulus ekonomi pada paruh kedua tahun ini.
Melemahnya Konsumsi AS dan Prospek Suku Bunga The Fed
Penurunan penjualan ritel dan melemahnya indeks sentimen konsumen menunjukkan bahwa belanja rumah tangga di Amerika Serikat mulai melambat. Namun, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun mengindikasikan bahwa pasar masih terus menyesuaikan ekspektasi terhadap inflasi dan arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Perkembangan data ekonomi berikutnya, khususnya penjualan ritel, pasar tenaga kerja, dan inflasi, akan menjadi faktor utama yang menentukan arah ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter The Fed.
Fokus Investor Pekan Ini
Rilis data ekonomi Tiongkok bulan Juli, termasuk produksi industri, penjualan ritel, investasi aset tetap, dan harga rumah di 70 kota, serta konferensi pers Dewan Negara mengenai kondisi ekonomi.
Repricing ekspektasi pasar terhadap jalur suku bunga Federal Reserve setelah melemahnya penjualan ritel AS dan turunnya indeks sentimen konsumen Universitas Michigan ke level 51.
Pengumuman Produk Domestik Bruto (PDB) Jepang kuartal II, serta arah pergerakan yen Jepang setelah kembali mendekati level 160 per dolar AS.
Penyesuaian tarif API DeepSeek yang mulai berlaku pada 17 Agustus, serta prospek lanjutan sektor kecerdasan buatan (AI) dan industri semikonduktor.
Perkembangan risiko geopolitik di Timur Tengah dan kawasan Laut Merah, termasuk potensi dampaknya terhadap rantai pasok energi global dan pergerakan harga minyak dalam jangka pendek.
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.










