简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
اردو
Inflasi PPI AS Melandai pada Juli, Harga Minyak Terkoreksi
Ikhtisar:【Gambar 1: Ilustrasi Pasar Amerika Serikat】Data Indeks Harga Produsen (Producer Price Index/PPI) Amerika Serikat untuk bulan Juli menunjukkan bahwa tekanan inflasi terus mereda. Dikombinasikan dengan

【Gambar 1: Ilustrasi Pasar Amerika Serikat】
Data Indeks Harga Produsen (Producer Price Index/PPI) Amerika Serikat untuk bulan Juli menunjukkan bahwa tekanan inflasi terus mereda. Dikombinasikan dengan penurunan harga minyak, pasar semakin yakin bahwa Federal Reserve (The Fed) tidak akan menaikkan suku bunga pada pertemuan bulan depan, sehingga mendorong peningkatan selera risiko (risk appetite) di pasar saham AS.
Data yang dirilis pada hari Kamis menunjukkan bahwa PPI bulanan Juli tidak berubah (0,0%), sementara kenaikan tahunan melambat dari 5,5% pada Juni menjadi 4,7%, lebih rendah dari ekspektasi pasar. Setelah laporan CPI yang juga menunjukkan inflasi lebih moderat di awal pekan ini, pasar uang semakin memangkas probabilitas kenaikan suku bunga pada September menjadi di bawah 40%.
Glen Smith dari GDS Wealth Management menyatakan bahwa meskipun tingkat inflasi masih jauh di atas target The Fed sebesar 2%, data terbaru menunjukkan tekanan inflasi yang didorong oleh lonjakan harga minyak sejak pecahnya konflik Iran mulai menunjukkan tanda-tanda stabilisasi. Sementara itu, Arun Sundaram dari CFRA menilai bahwa kombinasi data PPI yang lebih lemah dan laporan ketenagakerjaan pekan lalu yang berada di bawah ekspektasi memberikan ruang yang lebih besar bagi Ketua The Fed, Christopher Waller, untuk mempertahankan kebijakan suku bunga saat ini. Saat ini, pasar memperkirakan peluang The Fed mempertahankan suku bunga pada September mencapai 68%, meningkat dari 59% sehari sebelumnya.

【Gambar 2: Data PPI Amerika Serikat Juli】
Meredanya tekanan inflasi mendorong penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS secara menyeluruh. Imbal hasil Treasury tenor 10 tahun turun sekitar 5 basis poin menjadi 4,65%. Di sisi lain, lelang obligasi Treasury tenor 30 tahun yang digelar pada Kamis ditutup dengan imbal hasil sekitar 5%, tertinggi sejak tahun 2001, mencerminkan bahwa investor menuntut premi risiko yang lebih tinggi untuk menyerap pasokan utang akibat defisit fiskal yang terus melebar.
Ketiga indeks utama Wall Street ditutup menguat pada Kamis. Dow Jones naik 0,13%, S&P 500 menguat 0,65%, sementara Nasdaq bertambah 0,81%. Indeks S&P 500 bahkan untuk pertama kalinya berhasil menembus level 7.800 poin. Kenaikan terutama dipimpin oleh sektor perangkat lunak dan semikonduktor, sehingga Nasdaq kembali mengungguli Dow Jones.
Saham Sandisk melonjak hampir 14% setelah perusahaan mengumumkan dalam Investor Day bahwa 100% kelebihan arus kas akan dikembalikan kepada para pemegang saham. Sementara itu, Workday melesat hampir 18% dalam sehari, memberikan dorongan signifikan bagi sektor perangkat lunak.
Di pasar energi, IEA dan OPEC sama-sama memangkas proyeksi permintaan minyak global. Ditambah situasi geopolitik Iran yang meski masih tegang namun belum mengalami eskalasi lebih lanjut, harga minyak berada di bawah tekanan. Setelah mencatat kenaikan selama enam hari berturut-turut, harga minyak akhirnya ditutup melemah pada Kamis, dengan WTI turun sekitar 2,5% menjadi USD81,21 per barel.
Laporan juga menyebutkan bahwa kelompok Houthi kembali menyerang fasilitas kilang milik Saudi Aramco di Jizan, yang sempat memicu lonjakan harga minyak dalam waktu singkat. Di sisi lain, tekanan di pasar produk olahan minyak masih tinggi. Crack spread diesel AS telah mendekati USD100 per barel, mendekati level puncak yang terjadi pada awal konflik pada bulan Maret.
Kesimpulan Pasar
Perlambatan inflasi PPI pada Juli serta koreksi harga minyak memberikan ruang bagi The Fed untuk mempertahankan kebijakan moneternya. Ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga pada September menurun signifikan, sehingga meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko dan mendorong penguatan pasar saham AS.
Sektor teknologi dan perusahaan yang terkait dengan kecerdasan buatan (AI) kembali menjadi motor utama kenaikan, mencerminkan bahwa minat investor terhadap saham-saham bertema pertumbuhan masih tetap kuat. Namun demikian, tingginya imbal hasil obligasi jangka panjang serta ketatnya pasokan di pasar produk olahan minyak menunjukkan bahwa risiko inflasi dan gangguan pasokan belum sepenuhnya mereda.
Dalam jangka pendek, perhatian pasar akan tertuju pada rilis data inflasi berikutnya serta perkembangan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz, yang diperkirakan masih akan memengaruhi sentimen pasar. Untuk jangka menengah hingga panjang, arah kebijakan The Fed dan dinamika geopolitik global tetap menjadi faktor utama yang perlu dicermati oleh para investor.
Peringatan Risiko: Analisis, opini, riset, harga, maupun informasi lain yang disampaikan di atas hanya bertujuan sebagai komentar pasar secara umum dan tidak mewakili posisi resmi platform ini. Seluruh pengguna bertanggung jawab penuh atas keputusan investasinya masing-masing. Harap bertransaksi dengan bijak dan memperhatikan risiko yang ada.
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.










