简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
اردو
Harga Minyak Menguat di Tengah Draf Kesepakatan Selat Hormuz, Sorotan Beralih ke Kebijakan The Fed
Ikhtisar:【Gambar 1: Ilustrasi Amerika Serikat dan Iran】Rancangan kesepakatan antara Iran dan Oman yang berencana melarang kapal-kapal Amerika Serikat dan Israel melintasi Selat Hormuz menjadi perhatian pasar.
【Gambar 1: Ilustrasi Amerika Serikat dan Iran】
Rancangan kesepakatan antara Iran dan Oman yang berencana melarang kapal-kapal Amerika Serikat dan Israel melintasi Selat Hormuz menjadi perhatian pasar. Media Iran melaporkan bahwa pihak Iran telah menyerang target musuh di sekitar wilayah selat. Setelah rancangan kesepakatan tersebut mengusulkan pelarangan kapal dari AS, Israel, dan negara-negara yang dianggap bermusuhan melintasi Selat Hormuz, harga minyak mentah Brent memperluas kenaikan intraday hingga lebih dari 4%, sebelum akhirnya mencatat kenaikan lebih dari 5% dan menyentuh level tertinggi harian.
Pejabat Iran menyatakan bahwa perundingan kesepakatan mengenai Selat Hormuz telah memasuki tahap akhir. Hingga saat ini Iran dan Amerika Serikat belum melakukan negosiasi langsung, sementara pembahasan hanya melibatkan Iran dan Oman. Di sisi lain, pejabat AS menegaskan bahwa pihaknya menolak segala bentuk hambatan terhadap kebebasan jalur pelayaran. Namun, sejumlah pelaku industri mempertanyakan kelayakan implementasi kesepakatan tersebut karena dinilai sulit diterapkan dalam praktik pelayaran internasional.
Sumber yang mengetahui pembahasan kebijakan moneter mengungkapkan bahwa apabila data inflasi dalam beberapa pekan mendatang tetap menunjukkan kekuatan, Christopher Waller diperkirakan akan mempertimbangkan kenaikan suku bunga pada pertemuan September. Meskipun Waller sebelumnya telah mengemukakan kemungkinan memperkecil neraca The Fed senilai USD6,7 triliun sebagai bagian dari pengetatan moneter, suku bunga tetap dipandang sebagai instrumen kebijakan utama saat ini.
Laporan mengenai komunikasi yang disebut berlangsung secara intens antara Presiden Donald Trump dan Waller juga menarik perhatian pasar. Gedung Putih menegaskan bahwa Presiden menghormati independensi Federal Reserve, namun tetap memiliki hak untuk menyampaikan pandangannya. Waller juga dikabarkan telah mengusulkan pengurangan frekuensi rapat penetapan kebijakan moneter The Fed pada pekan ini, dengan kemungkinan pengaturan baru disepakati sebelum pertemuan September. Meski sejumlah pejabat bersikap terbuka terhadap usulan tersebut, perubahan ini berpotensi mengakhiri praktik yang telah berlangsung selama lebih dari 40 tahun dan dapat meningkatkan volatilitas pasar obligasi.
Presiden Trump juga mengumumkan kebijakan tarif baru terhadap polisilikon dan produk turunannya, sekaligus menetapkan harga impor minimum. Ketentuan harga minimum tersebut meliputi:
Polisilikon: USD21 per kilogram
Ingot dan wafer polisilikon: USD100 per kilogram
Sel surya: USD0,22 per watt
Modul surya: USD0,38 per watt
Selain itu, pemerintah AS akan mengenakan tarif ad valorem sebesar 15% terhadap produk-produk terkait. Kebijakan ini dijadwalkan mulai berlaku pada 4 Desember 2026. Pada saat yang sama, Trump juga menandatangani perintah eksekutif yang membatasi penerapan kewarganegaraan berdasarkan hak kelahiran (birthright citizenship) serta memperketat penindakan terhadap praktik “birth tourism”.
Secara keseluruhan, rancangan kesepakatan Selat Hormuz antara Iran dan Oman telah menjadi katalis kenaikan harga minyak, sekaligus menegaskan bahwa persaingan terkait kendali atas jalur pelayaran strategis tersebut masih terus berlanjut. Walaupun Iran dan Amerika Serikat belum memasuki negosiasi langsung, kemajuan yang dicapai melalui mediasi Oman menambah dinamika baru terhadap perkembangan geopolitik kawasan. Sementara itu, perdebatan internal di Federal Reserve mengenai potensi kenaikan suku bunga dan reformasi mekanisme rapat menunjukkan bahwa arah kebijakan moneter AS masih belum sepenuhnya mencapai konsensus. Kebijakan tarif baru terhadap polisilikon serta perintah eksekutif mengenai kewarganegaraan juga mencerminkan pendekatan keras pemerintahan Trump di bidang perdagangan dan imigrasi.
Dalam jangka pendek, pergerakan harga minyak serta sinyal kebijakan dari Federal Reserve diperkirakan akan tetap menjadi faktor utama yang memengaruhi sentimen pasar global. Untuk jangka menengah hingga panjang, implementasi akhir aturan pelayaran di Selat Hormuz serta perkembangan isu nuklir antara Amerika Serikat dan Iran masih menjadi variabel penting yang menentukan stabilitas pasokan energi dunia. Investor disarankan untuk terus memantau perkembangan negosiasi serta perubahan data inflasi sebagai indikator utama arah kebijakan berikutnya.
Peringatan Risiko: Seluruh pandangan, analisis, riset, harga, maupun informasi lainnya di atas disampaikan semata-mata sebagai komentar pasar yang bersifat umum dan tidak mewakili posisi resmi platform ini. Setiap investor bertanggung jawab penuh atas keputusan investasinya masing-masing. Mohon bertransaksi dengan bijak dan memperhatikan risiko yang ada.
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.










