简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
اردو
Emas dan Perak Melonjak, The Fed Semakin Hawkish, Saham China Menguat
Ikhtisar:Ikhtisar PasarPergerakan paling menonjol di pasar global pada hari Rabu datang dari sektor logam mulia. Harga emas spot melonjak 4,11% ke US$4.245,39 per ons dan sempat menembus US$4.300 pada sesi per
Ikhtisar Pasar
Pergerakan paling menonjol di pasar global pada hari Rabu datang dari sektor logam mulia. Harga emas spot melonjak 4,11% ke US$4.245,39 per ons dan sempat menembus US$4.300 pada sesi perdagangan. Sementara itu, perak spot naik 4,12% ke US$62,01 per ons, mencetak level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Pelemahan Indeks Dolar AS (DXY) sebesar 0,2% turut memberikan dukungan terhadap reli logam mulia yang dihargai dalam dolar AS.
Di pasar saham Amerika Serikat, kinerja indeks utama berakhir beragam. Dow Jones naik 0,49% ke 54.349, mencetak rekor penutupan baru. Sebaliknya, S&P 500 turun 0,17%, sementara Nasdaq melemah 0,83%. Di level saham individual, SpaceX anjlok lebih dari 13%, AMD turun lebih dari 7%, dan Alphabet (Google) melemah sekitar 4%. Berbeda dengan sektor teknologi secara umum, NVIDIA justru menguat lebih dari 3%.
Dari sisi kebijakan moneter, nada pejabat Federal Reserve semakin hawkish. Gubernur Lisa Cook dan Presiden The Fed Minneapolis Neel Kashkari sama-sama mengisyaratkan kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut. Di sisi lain, data ADP Employment bulan Juli hanya mencatat penambahan 44 ribu lapangan kerja, menjadi angka terendah tahun ini. Kontras antara data ekonomi yang mulai melambat dan sikap hawkish para pejabat Fed membuat ketidakpastian arah kebijakan semakin meningkat.
Di Asia, pasar saham Tiongkok melanjutkan tren positif. Shanghai Composite menguat 1,47%, sementara STAR 50 Index melonjak hampir 5%. Di pasar energi, harga minyak bergerak sedikit melemah setelah muncul harapan bahwa Iran dan Oman dapat mencapai kesepakatan untuk kembali membuka jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Sorotan Pasar● Reli Logam Mulia Didorong Arus Dana Global
Lonjakan emas spot lebih dari 4% dalam sehari serta kenaikan harga perak yang menembus US$62 bukan semata-mata didorong oleh permintaan aset safe haven. Reli ini merupakan hasil kombinasi dari pelemahan dolar AS, perbedaan ekspektasi terhadap arah kebijakan moneter, serta meningkatnya kebutuhan investor untuk mengalokasikan dana ke aset riil (hard assets).
Ketika bank sentral mulai membahas kemungkinan kenaikan suku bunga namun inflasi masih menunjukkan karakteristik yang persisten, investor cenderung meningkatkan eksposur pada aset yang mampu melindungi nilai dari inflasi sekaligus mengurangi risiko ketidakpastian kebijakan. Faktor inilah yang menjadi fondasi utama penguatan emas dan perak secara bersamaan dalam siklus kali ini. Ke depan, perhatian pasar akan tertuju pada apakah kenaikan suku bunga riil (real yields) dapat membatasi atau justru mengakhiri momentum tersebut.
● Perbedaan Sinyal antara The Fed dan Data Ketenagakerjaan
Di satu sisi, pernyataan Lisa Cook dan Neel Kashkari menunjukkan sikap yang semakin hawkish dengan membuka peluang kenaikan suku bunga tambahan. Namun di sisi lain, data ADP Employment justru mencatat pertumbuhan lapangan kerja terendah sepanjang tahun.
Perbedaan sinyal ini mencerminkan tantangan utama yang dihadapi Federal Reserve saat ini. Para pejabat bank sentral masih mengkhawatirkan tekanan harga di sektor jasa, yang tercermin dari kenaikan ISM Prices Paid Index ke 70,3. Namun perlambatan pasar tenaga kerja juga membatasi ruang bagi kebijakan moneter yang lebih ketat.
Oleh karena itu, data Initial Jobless Claims yang akan dirilis hari ini, bersama pidato dari sejumlah pejabat Federal Reserve, akan menjadi acuan penting bagi pasar dalam mengevaluasi prospek jalur suku bunga ke depan.
Fokus Hari Ini
Data Initial Jobless Claims Amerika Serikat
Data Penjualan Ritel Zona Euro periode Juni
Pidato Presiden Federal Reserve Bank of San Francisco, Mary Daly, dan Presiden Federal Reserve Bank of St. Louis, Alberto Musalem
Berakhirnya periode lock-up pertama saham SpaceX setelah IPO, dengan sekitar US$116 miliar saham mulai dapat diperdagangkan di pasar sekunder
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.










