简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
اردو
Wall Street Cetak Rekor Baru, Saham Chip Melejit, Harga Minyak Anjlok
Ikhtisar:Ikhtisar PasarSelera risiko investor di pasar saham Amerika Serikat terus menguat pada hari Selasa, mendorong ketiga indeks utama ditutup di level tertinggi sepanjang sejarah. Indeks Dow Jones naik 1,
Ikhtisar Pasar
Selera risiko investor di pasar saham Amerika Serikat terus menguat pada hari Selasa, mendorong ketiga indeks utama ditutup di level tertinggi sepanjang sejarah. Indeks Dow Jones naik 1,71% ke 54.085,88, untuk pertama kalinya menembus level 54.000 poin. S&P 500 menguat 1,79% menjadi 7.736,52, melampaui rekor tertinggi yang dicapai pada bulan Juni. Sementara itu, Nasdaq Composite melonjak 2,59% ke 26.584,99.
Sektor semikonduktor menjadi motor utama penguatan pasar. Philadelphia Semiconductor Index (SOX) melesat lebih dari 7%, dipimpin oleh Arm Holdings yang melonjak 17,36%, sementara Intel dan SanDisk masing-masing naik lebih dari 10%.
Pergerakan saham setelah penutupan pasar menunjukkan hasil yang beragam. Palantir melonjak 29% setelah merilis laporan keuangan yang kuat, sedangkan AMD terkoreksi lebih dari 8%. Di sisi lain, SpaceX melaporkan kenaikan pendapatan sebesar 92% secara tahunan dalam laporan keuangan pertamanya sejak melantai di bursa, namun harga sahamnya justru melemah pada perdagangan setelah jam bursa.
Di pasar komoditas, pergerakan berlangsung kontras. Minyak mentah WTI turun 5,69% ke USD 75,77 per barel seiring meredanya ketegangan di Timur Tengah yang mengikis premi risiko geopolitik. Sebaliknya, logam mulia mengalami reli kuat, dengan emas spot sempat menembus USD 4.100 per ons dan perak berhasil melampaui USD 60 per ons. Pasar saham Tiongkok juga bergerak positif, dengan ChiNext Index menguat 5,64%.
Sorotan Pasar● Rilis PMI Jasa Global dan Data Ketenagakerjaan Menjadi Fokus
Hari ini, Tiongkok, Jepang, Zona Euro, Inggris, dan Amerika Serikat akan secara bersamaan merilis PMI Jasa dan PMI Komposit bulan Juli. Selain itu, Amerika Serikat juga akan mengumumkan perubahan jumlah tenaga kerja ADP untuk bulan Juli.
Data-data ini akan menjadi indikator penting untuk menilai apakah pemulihan sektor jasa mampu berlanjut setelah aktivitas manufaktur menunjukkan perbaikan, sekaligus memberikan gambaran mengenai kondisi pasar tenaga kerja. Hasilnya diperkirakan akan memengaruhi ekspektasi arah suku bunga serta pergerakan dolar AS.
● Perkembangan Timur Tengah dan Prospek Harga Minyak
Meredanya ketegangan di Timur Tengah membuat perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran terkait Selat Hormuz menjadi perhatian utama pasar. Jika kesepakatan pembukaan kembali jalur pelayaran berjalan sesuai rencana, premi risiko geopolitik yang sebelumnya menopang harga minyak berpotensi terus berkurang sehingga tekanan terhadap harga minyak dalam jangka pendek masih dapat berlanjut.
Namun demikian, proses negosiasi geopolitik tetap memiliki ketidakpastian yang tinggi. Investor disarankan untuk terus mencermati perkembangan pernyataan resmi maupun rincian implementasi dari setiap kesepakatan yang dicapai.
Fokus Investor Hari Ini
PMI Jasa dan PMI Komposit Juli dari Tiongkok, Jepang, Zona Euro, Inggris, dan Amerika Serikat
Perubahan jumlah tenaga kerja ADP Amerika Serikat bulan Juli
Perubahan persediaan minyak mentah EIA Amerika Serikat pekan lalu
Producer Price Index (PPI) Zona Euro bulan Juni
Laporan keuangan SanDisk dan Western Digital
Penawaran awal (IPO Bookbuilding) Unitree Robotics
Konferensi peluncuran produk ekosistem penuh terbaru Huawei
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.










