简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
اردو
Saham AS Anjlok · Brent Tembus USD 100 · Emas Jatuh di Bawah 4.050 · Tesla Merosot 14%
Ikhtisar:Ringkasan PasarPasar keuangan global pada hari Kamis didominasi oleh tiga faktor utama.Pertama, pasar saham Amerika Serikat mengalami pelemahan di seluruh sektor. Nasdaq turun 2,15% ke 25.137,69, SP 5
Ringkasan Pasar
Pasar keuangan global pada hari Kamis didominasi oleh tiga faktor utama.
Pertama, pasar saham Amerika Serikat mengalami pelemahan di seluruh sektor. Nasdaq turun 2,15% ke 25.137,69, S&P 500 melemah 1,21% ke 7.408,30, sementara Dow Jones turun 0,97% ke 51.711,65. Kapitalisasi pasar gabungan kelompok “Magnificent Seven” menyusut sekitar USD 800 miliar, dengan Tesla anjlok hampir 14% dan Alphabet (Google) turun lebih dari 7%.
Kedua, meningkatnya risiko geopolitik kembali mendorong lonjakan harga energi. Serangan Iran terhadap wilayah perbatasan Irak dan Kuwait memicu repricing di pasar minyak. Minyak mentah Brent kontrak September melonjak 7,04% menjadi USD 100,69 per barel, kembali menembus level psikologis USD 100, sedangkan WTI naik 6,17% ke USD 92,19 per barel.
Ketiga, penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS secara bersamaan menekan aset safe haven. Harga emas spot turun 1,96% ke USD 4.049,48, sementara perak melemah 3,60%. Yen Jepang juga terus terdepresiasi hingga menembus level 163 per dolar AS, menjadi yang terlemah sejak tahun 1986.
Dari sisi makroekonomi, jumlah klaim tunjangan pengangguran pertama di Amerika Serikat pada pekan lalu turun menjadi 187 ribu, level terendah sejak 1969, menunjukkan pasar tenaga kerja masih sangat kuat. Di sisi lain, Bank Sentral Eropa (ECB) mempertahankan suku bunga sesuai ekspektasi pasar. Sementara itu, tiga indeks utama saham Tiongkok berhasil ditutup menguat.
Prospek Pasar● Data PMI Global Juli Menjadi Sorotan
Data PMI Juli dari Amerika Serikat, Zona Euro, Inggris, dan Jepang akan dirilis secara bersamaan. Rangkaian data ini akan menjadi indikator penting untuk menilai bagaimana lonjakan harga minyak dan kenaikan tarif perdagangan memengaruhi aktivitas ekonomi di berbagai negara.
Pelaku pasar akan mencermati perbedaan kinerja antara sektor manufaktur dan jasa, serta perkembangan komponen pesanan baru dan harga input sebagai sinyal awal terhadap prospek pertumbuhan ekonomi pada paruh kedua tahun ini.
● Prospek Inflasi Setelah Harga Minyak Tembus USD 100
Kembalinya harga minyak Brent di atas USD 100 per barel kembali menjadikan biaya energi sebagai fokus utama dalam pembahasan inflasi global.
Presiden ECB, Christine Lagarde, sebelumnya telah mengingatkan bahwa guncangan harga energi berpotensi mempertahankan tekanan inflasi hingga paruh pertama 2027. Di sisi lain, kuatnya pasar tenaga kerja AS, tercermin dari klaim pengangguran yang mencapai titik terendah sejak 1969, menunjukkan belum adanya pelemahan signifikan pada sektor ketenagakerjaan.
Apabila harga minyak bertahan di level tinggi lebih lama, ruang bagi bank sentral untuk mulai memangkas suku bunga kemungkinan akan semakin terbatas.
Fokus Pasar Hari Ini
Data PMI Juli Amerika Serikat, Zona Euro, Inggris, dan Jepang.
Data penjualan rumah baru AS periode Juni.
Data CPI Jepang bulan Juni, terutama setelah yen melemah menembus level 163 terhadap dolar AS.
Presiden Korea Selatan bersama dua produsen chip memori utama melakukan kunjungan ke Amerika Serikat untuk membahas kerja sama AI dengan jajaran eksekutif NVIDIA dan OpenAI.
Perkembangan konflik antara Amerika Serikat dan Iran, khususnya dampaknya terhadap pelayaran di Selat Hormuz serta pergerakan harga minyak global.
Intel melaporkan pendapatan kuartal kedua yang tumbuh 25% dibandingkan tahun sebelumnya. Sahamnya sempat melonjak lebih dari 10% pada perdagangan setelah jam bursa, sementara pasar terus memantau berapa lama potensi kekurangan pasokan chip akan berlangsung.
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.











