简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
اردو
Wall Street Melemah, Emas Tembus USD4.130
Ikhtisar:Tinjauan PasarPasar keuangan global pada hari Rabu berfokus pada tiga tema utama.Pertama, laporan keuangan emiten teknologi raksasa memberikan tekanan terhadap sentimen pasar. Alphabet membukukan pend
Tinjauan Pasar
Pasar keuangan global pada hari Rabu berfokus pada tiga tema utama.
Pertama, laporan keuangan emiten teknologi raksasa memberikan tekanan terhadap sentimen pasar. Alphabet membukukan pendapatan kuartal II sebesar USD119,8 miliar, naik 24% YoY, sementara pendapatan Google Cloud melonjak 82%. Namun, perusahaan menaikkan proyeksi belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini menjadi USD195-205 miliar, sehingga sahamnya turun 4,2% pada perdagangan setelah jam bursa.
Tesla melaporkan pendapatan meningkat 26%, tetapi laba bersih turun 18%. Arus kas bebas (free cash flow) juga kembali negatif untuk pertama kalinya dalam dua tahun terakhir, menyebabkan sahamnya merosot lebih dari 5% setelah penutupan pasar.
Tiga indeks utama Wall Street ditutup sedikit lebih rendah, dengan Nasdaq turun 0,57%, S&P 500 melemah 0,14%, dan Dow Jones turun 0,01%.
Kedua, operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran memasuki hari ke-11 tanpa adanya tanda-tanda gencatan senjata. Harga minyak terus menguat, dengan kontrak Brent September naik 3,36% ke USD94,07 per barel, tertinggi dalam enam minggu, sementara WTI naik 2,95% ke USD86,83 per barel. Permintaan aset safe haven juga meningkat, mendorong emas spot naik 1,31% ke USD4.130,07 per ons, sedangkan perak menguat 1,55% ke USD59,72 per ons.
Ketiga, persaingan investasi infrastruktur AI kembali meningkat. AMD memperoleh pesanan chip AI senilai puluhan miliar dolar AS dari Anthropic dengan kapasitas total mencapai 2 gigawatt (GW). Di sisi lain, target belanja komputasi awan (cloud) OpenAI dilaporkan meningkat menjadi USD750 miliar.
Di Asia, pasar saham Tiongkok bergerak beragam, dengan Shanghai Composite naik 0,07%, sementara ChiNext Index turun 3,23%. Sementara itu, Bank of Japan mengirimkan sinyal percepatan kenaikan suku bunga, mendorong imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor dua tahun ke level tertinggi sejak tahun 1995.
Prospek Pasar● Persaingan Belanja Modal Mulai Menguji Arus Kas
Alphabet kembali menaikkan proyeksi belanja modal tahunannya sekitar USD15 miliar. Pertumbuhan bisnis cloud sebesar 82% serta backlog pesanan senilai USD514 miliar menunjukkan bahwa permintaan AI masih sangat kuat. Namun, penurunan saham sebesar 4,2% setelah jam bursa menunjukkan fokus investor telah bergeser dari pertanyaan “apakah permintaan masih ada?” menjadi “berapa lama investasi tersebut dapat menghasilkan keuntungan?”
Arus kas bebas Tesla yang kembali negatif untuk pertama kalinya dalam dua tahun mencerminkan tantangan yang sama.
Dalam beberapa kuartal mendatang, perhatian investor kemungkinan tidak lagi hanya tertuju pada laju pertumbuhan pendapatan, melainkan juga pada kenaikan beban depresiasi dan amortisasi serta kemampuan arus kas operasional dalam menopang belanja modal yang terus meningkat.
● Selat Hormuz dan Ekspektasi Inflasi
Harga Brent yang menembus USD94 per barel, bersamaan dengan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun sebesar 3,45 basis poin menjadi 4,6626%, serta tenor 30 tahun yang mendekati 5,14%, menunjukkan bahwa pasar tidak hanya memperhitungkan risiko gangguan pasokan energi, tetapi juga meningkatnya tekanan inflasi.
Apabila lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz benar-benar terganggu, kenaikan harga energi berpotensi menyebar ke biaya transportasi dan industri petrokimia, sehingga dapat kembali menunda ekspektasi penurunan suku bunga global. Perkembangan ini layak dicermati bersamaan dengan keputusan kebijakan moneter European Central Bank (ECB) yang akan diumumkan hari ini.
Fokus Pasar Hari Ini
European Central Bank (ECB) akan mengumumkan keputusan suku bunga, diikuti konferensi pers Presiden ECB Christine Lagarde.
Amerika Serikat akan merilis data klaim pengangguran awal mingguan, sebagai indikator terbaru kondisi pasar tenaga kerja.
Intel dan SAP dijadwalkan merilis laporan keuangan, sementara AMD akan menggelar konferensi Advancing AI, dengan CEO Lisa Su menyampaikan pidato utama.
Konflik antara Amerika Serikat dan Iran memasuki hari ke-11, dengan perhatian pasar tertuju pada perkembangan pelayaran di Selat Hormuz dan arah harga minyak.
Bank of Japan memberikan sinyal percepatan kenaikan suku bunga, dengan pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebelum bulan Oktober mencapai sekitar 72%.
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.










