简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
اردو
Minyak Melonjak 9%, Emas Jatuh di Bawah US$4.000
Ikhtisar:Tinjauan PasarPasar global pada hari Selasa didominasi oleh meningkatnya risiko geopolitik. Militer Amerika Serikat melancarkan serangan udara terhadap Iran untuk malam ketiga berturut-turut serta men
Tinjauan Pasar
Pasar global pada hari Selasa didominasi oleh meningkatnya risiko geopolitik. Militer Amerika Serikat melancarkan serangan udara terhadap Iran untuk malam ketiga berturut-turut serta menerapkan blokade maritim. Presiden Donald Trump menyatakan bahwa AS akan meningkatkan tekanan terhadap Iran dalam satu hingga dua hari ke depan, sekaligus mengenakan biaya tambahan sebesar 20% bagi kargo yang melintasi Selat Hormuz.
Gangguan pada jalur strategis yang mengangkut sekitar 20% perdagangan minyak mentah dunia melalui laut tersebut memicu kekhawatiran serius terhadap pasokan energi global. Kontrak minyak mentah WTI pengiriman Agustus melonjak 9,42% ke US$78,14 per barel, sementara Brent naik 9,59% ke US$83,30 per barel.
Lonjakan harga minyak memperkuat ekspektasi inflasi dan potensi pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut. Logam mulia mengalami tekanan jual yang signifikan, dengan emas spot turun 2,93% ke US$3.999,06 per ons dan kembali berada di bawah level psikologis US$4.000. Perak spot turut melemah 3,77% menjadi US$57,61 per ons.
Bursa saham AS ditutup di zona merah. Indeks Nasdaq turun 1,55% ke 25.873,18, S&P 500 melemah 0,79% ke 7.515,34, sementara Dow Jones turun 0,26% ke 52.498,64. Sektor semikonduktor menjadi penekan utama pasar, dengan saham Nvidia merosot 3,52%, AMD turun 4,21%, dan ADR SK Hynix anjlok lebih dari 9%. Bursa Seoul juga mengalami tekanan berat dengan penurunan sebesar 15,37%.
Pasar saham Tiongkok melanjutkan koreksi. Indeks Shenzhen Component turun 3,48% ke 14.522,85, indeks ChiNext melemah 3,10% ke 3.723,52, sedangkan Shanghai Composite turun 2,06% ke 3.913,79 dan kembali berada di bawah level 4.000 poin.
Di sisi kebijakan moneter, Gubernur Federal Reserve Christopher Waller menyatakan bahwa kenaikan suku bunga masih memungkinkan apabila inflasi inti tetap tinggi. Probabilitas kenaikan suku bunga pada pertemuan Juli meningkat dari 35% menjadi 45%, mendorong penguatan dolar AS.
Di pasar kripto, Bitcoin turun lebih dari 3% dan sempat menembus di bawah level US$62.000. Sementara itu, inflasi India pada Juni melonjak menjadi 4,38% secara tahunan, untuk pertama kalinya melampaui target inflasi bank sentral sebesar 4%.
Sorotan UtamaHarga Minyak dan Inflasi di Tengah Blokade Selat Hormuz
Blokade Iran terhadap Selat Hormuz serta serangan udara AS yang berlangsung untuk ketiga kalinya telah mendorong harga minyak melonjak lebih dari 9% dalam sehari, setelah sebelumnya mengalami tren penurunan selama empat minggu berturut-turut.
Sebagai jalur yang menangani sekitar 20% pengiriman minyak mentah dunia melalui laut, gangguan berkepanjangan di Selat Hormuz berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap pasokan energi global. Perkembangan harga minyak dalam beberapa bulan ke depan akan menjadi faktor utama yang menentukan arah inflasi global pada paruh kedua tahun ini, sekaligus memengaruhi prospek kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Data CPI AS Juni dan Awal Musim Laporan Keuangan
Lonjakan harga minyak yang bertepatan dengan pernyataan hawkish dari Christopher Waller meningkatkan sensitivitas pasar terhadap risiko inflasi. Data Indeks Harga Konsumen (CPI) Amerika Serikat bulan Juni yang akan dirilis malam ini menjadi fokus utama investor sebagai indikator arah kebijakan moneter berikutnya.
Pada saat yang sama, lima bank terbesar Wall Street akan memulai musim laporan keuangan kuartalan. Di tengah lingkungan suku bunga yang lebih tinggi dan volatilitas pasar yang meningkat, investor akan mencermati perkembangan margin bunga bersih (Net Interest Margin/NIM) serta kualitas kredit sektor perbankan.
Agenda Penting Hari Ini
Data Ekspor dan Impor Tiongkok Periode Juni
Data Indeks Harga Konsumen (CPI) Amerika Serikat Periode Juni
Sidang Dengar Pendapat Ketua Federal Reserve di Kongres AS
Laporan Keuangan Lima Bank Terbesar Wall Street
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.
