简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
Kebuntuan Negosiasi AS-Iran Semakin Dalam, Kedua Pihak Saling Menyalahkan
Ikhtisar:【Gambar 1: Ilustrasi Donald Trump, Presiden Amerika Serikat】Pada awal pekan ini, negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran kembali menemui jalan buntu. Kedua pihak saling menyalahkan, sehingga memperb

【Gambar 1: Ilustrasi Donald Trump, Presiden Amerika Serikat】
Pada awal pekan ini, negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran kembali menemui jalan buntu. Kedua pihak saling menyalahkan, sehingga memperbesar risiko runtuhnya kesepakatan gencatan senjata yang masih rapuh. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menilai AS tetap mempertahankan “tuntutan yang tidak masuk akal”, sambil menegaskan bahwa proposal Iran hanya menuntut hak-hak sah negaranya. Iran menekankan bahwa prioritas utama saat ini adalah mengakhiri perang, sementara isu pengayaan uranium dapat dibahas kemudian.
Presiden AS Donald Trump membalas dengan menyebut respons Iran sebagai “bodoh” dan kembali menegaskan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Trump juga menyatakan AS akan meraih “kemenangan total” atas Iran. Di saat yang sama, ia mengumumkan rencana penurunan pajak bensin untuk meredakan tekanan energi domestik, namun masih mempertimbangkan apakah akan mengaktifkan kembali “Operation Freedom” guna membuka jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Selat Hormuz Jadi Fokus Utama Pasar Energi
Iran tetap mempertahankan sikap keras. Pejabat Iran menyebut masih ada perbedaan besar terkait pengelolaan uranium yang diperkaya, sementara parlemen Iran menegaskan proposal “14 poin” tidak memiliki alternatif. Media Iran juga melaporkan bahwa Teheran belum mengizinkan kapal tanker LPG milik Uni Emirat Arab melewati Selat Hormuz.
Saudi Aramco memperingatkan bahwa jika blokade di Selat Hormuz terus berlanjut, pasar minyak global dapat kehilangan sekitar 100 juta barel pasokan per minggu. Kondisi ini meningkatkan risiko krisis energi global dan mendorong harga minyak dunia semakin tinggi, dengan harga WTI mendekati USD 99 per barel.
Sebelumnya, Iran sempat mengusulkan pencabutan sanksi minyak dalam waktu 30 hari, namun Trump menolak proposal tersebut dan menyebutnya “tidak dapat diterima”. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga menegaskan bahwa operasi militer terhadap Iran “belum berakhir”, sehingga menambah ketidakpastian geopolitik kawasan.
Poin Penting Situasi Saat Ini
1. Perbedaan Fokus Negosiasi
Iran berfokus pada penghentian perang, pencabutan sanksi, dan kontrol Selat Hormuz, sedangkan AS tetap mempertahankan garis keras terkait isu nuklir dan kebebasan navigasi.
2. Selat Hormuz Jadi Titik Strategis
Iran mulai membatasi akses sejumlah kapal tanker, memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global dan mendorong kenaikan harga minyak.
3. Uni Emirat Arab Mulai Bersikap Lebih Tegas
Laporan menyebut UEA mulai terlibat dalam operasi militer terhadap Iran setelah wilayahnya terkena serangan rudal dan drone Iran, meningkatkan risiko eskalasi konflik regional.
4. Strategi Tekanan Trump
Trump menggunakan kombinasi ancaman militer dan kebijakan domestik seperti pemotongan pajak bensin untuk menjaga stabilitas politik dan ekonomi AS.
Prospek Pasar
Secara keseluruhan, hubungan AS dan Iran kini berada di titik yang sangat rapuh. Jika kedua pihak gagal mencapai kompromi melalui mediasi negara ketiga, risiko pecahnya kembali konflik berskala besar akan meningkat tajam.
Dalam jangka pendek, pasar energi global diperkirakan tetap bergejolak, dengan harga minyak cenderung sulit turun. Kenaikan biaya logistik dan asuransi pelayaran juga dapat memperbesar tekanan inflasi global serta meningkatkan volatilitas pasar keuangan internasional.
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.
WikiFX Broker
vantage
OANDA
TMGM
FOREX.com
EBC FINANCIAL GROUP
VT Markets
vantage
OANDA
TMGM
FOREX.com
EBC FINANCIAL GROUP
VT Markets
WikiFX Broker
vantage
OANDA
TMGM
FOREX.com
EBC FINANCIAL GROUP
VT Markets
vantage
OANDA
TMGM
FOREX.com
EBC FINANCIAL GROUP
VT Markets
