简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
Ekspektasi Perundingan Dorong Nasdaq Catat 10 Hari Kenaikan, Harga Minyak Anjlok 8%
Ikhtisar:Ikhtisar Pasar (Market Overview)Ekspektasi dimulainya kembali perundingan antara AS dan Iran mendorong peningkatan sentimen risk-on di pasar global. Bursa saham AS ditutup menguat secara luas, dengan
Ikhtisar Pasar (Market Overview)
Ekspektasi dimulainya kembali perundingan antara AS dan Iran mendorong peningkatan sentimen risk-on di pasar global. Bursa saham AS ditutup menguat secara luas, dengan S&P 500 mendekati rekor tertinggi sepanjang masa, sementara Nasdaq mencatat kenaikan selama 10 hari berturut-turut—terpanjang sejak akhir 2021—dengan total rebound lebih dari 12%.
Data Producer Price Index (PPI) AS yang lebih lemah dari perkiraan turut meredakan kekhawatiran inflasi, sehingga mendorong penurunan imbal hasil obligasi AS dan indeks dolar. Namun, pasar energi mengalami tekanan jual besar, dengan harga minyak WTI anjlok hampir 8%, sementara saham energi seperti ExxonMobil telah menghapus seluruh kenaikan selama periode konflik.
Sektor Teknologi & Semikonduktor
Sektor semikonduktor menunjukkan momentum kuat, dengan indeks chip memori dan Philadelphia Semiconductor Index (SOX) kembali mencetak rekor tertinggi. Saham Meta melonjak lebih dari 4%, memimpin kenaikan di antara raksasa teknologi. Di sektor keuangan, kinerja pasca laporan keuangan terdivergensi—Citigroup naik 3%, sementara Wells Fargo sempat jatuh hingga 7% akibat tekanan kinerja.
Logam Mulia & Komoditas
Meskipun permintaan safe haven melemah, pelemahan dolar AS selama tujuh hari berturut-turut serta permintaan lindung nilai inflasi mendorong harga emas naik 2% dan menembus level USD 4,800. Kontrak berjangka perak melonjak 5%, mendekati level USD 80.
Sebaliknya, harga minyak mengalami aksi jual tajam akibat harapan perundingan, dengan WTI turun 7,8% ke sekitar USD 91 per barel.
Pasar Valuta & Kripto
Indeks dolar AS melemah selama tujuh hari berturut-turut, mencerminkan likuiditas global yang meningkat. Yuan offshore menguat menembus level 6,81. Bitcoin menunjukkan volatilitas tinggi, sempat mencapai rekor baru di USD 76.000 sebelum mengalami aksi ambil untung.
Pasar Obligasi (Fixed Income)
Data PPI yang moderat mendukung pemulihan pasar obligasi. Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun turun 4,5 basis poin ke bawah 4,2%, memberikan ruang bagi ekspansi valuasi saham teknologi.
Sorotan Utama (Key Highlights)● Inflasi Lebih Rendah dari Perkiraan
Indeks Harga Produsen (PPI) AS bulan Maret mencatat pertumbuhan di bawah ekspektasi pasar, meredakan kekhawatiran inflasi jangka pendek.
Secara tahunan (YoY), PPI naik 4%, level tertinggi sejak Februari 2023, namun masih di bawah ekspektasi 4,6%. Secara bulanan (MoM), PPI naik 0,5%, jauh lebih rendah dari perkiraan 1,2%.
Core PPI (tidak termasuk makanan dan energi) naik hanya 0,1% MoM (vs ekspektasi 0,5%) dan 3,8% YoY, sedikit turun dari sebelumnya 3,9%.
● Presiden Iran: Terbuka untuk Melanjutkan Negosiasi
Setelah kegagalan perundingan di Islamabad, Wakil Presiden AS menyatakan bahwa Iran “belum menunjukkan kemajuan yang cukup,” diikuti oleh tekanan tambahan dari kebijakan AS terkait Selat Hormuz.
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyatakan kesediaan untuk melanjutkan negosiasi dalam kerangka hukum internasional, membuka peluang solusi diplomatik.
Di tengah sinyal yang saling bertolak belakang ini, harga minyak global turun lebih dari 2%, mencerminkan ekspektasi pasar bahwa peluang perundingan masih terbuka.
Fokus Data Ekonomi
20:30 (GMT+8)
Indeks Manufaktur Fed New York (April, AS)
Indeks Harga Impor AS (MoM, Maret)
22:30 (GMT+8)
Indeks Pasar Perumahan NAHB (April, AS)
Persediaan Minyak Mentah EIA Mingguan
Persediaan Minyak Cushing, Oklahoma
Cadangan Minyak Strategis AS (SPR)
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.
