简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
Perundingan AS–Iran Jadi Penentu, Harga Minyak Rebound
Ikhtisar:Ringkasan Pasar (Market Overview)Pada hari Rabu, dinamika pasar global sepenuhnya dipengaruhi oleh perkembangan negosiasi gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Seiring sikap Iran yang kemb
Ringkasan Pasar (Market Overview)
Pada hari Rabu, dinamika pasar global sepenuhnya dipengaruhi oleh perkembangan negosiasi gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Seiring sikap Iran yang kembali mengeras, harga minyak yang sempat anjlok mengalami rebound tajam pada sesi Asia hari Kamis, bahkan sempat kembali menembus level USD 80 per barel.
Pasar saham AS relatif stabil terhadap volatilitas minyak, dengan ketiga indeks utama ditutup menguat. Nasdaq naik 0,77%, sementara aliran dana terus berputar menuju aset undervalued, mendorong indeks Russell 2000 melonjak 1,2%.
Perlu dicermati, teknologi kompresi KV cache yang dirilis oleh Google secara signifikan menekan kebutuhan penyimpanan fisik, menyebabkan saham perusahaan memori seperti SanDisk dan Micron anjlok lebih dari 3,4%.
■ Saham China & Konsumsi
Saham China menjadi sorotan utama, dengan indeks Nasdaq Golden Dragon China Index melonjak tajam 1,86%.
Meituan memimpin reli dengan kenaikan 13,8% berkat kinerja yang melampaui ekspektasi, diikuti oleh JD.com dan Pinduoduo.
Namun, Pop Mart mengalami tekanan signifikan, dengan saham ADR anjlok lebih dari 22%, mencerminkan aksi ambil untung yang kuat di sektor consumer discretionary.
■ Logam Mulia & Kripto
Permintaan safe haven terus menguji area di atas USD 4.500, dengan emas spot sempat menguji resistance di USD 4.600, sebelum terkoreksi akibat penguatan dolar AS.
Perak menunjukkan pola serupa, naik lalu terkoreksi.
Di sisi lain, aset kripto tetap solid, dengan Bitcoin dan Ethereum masing-masing naik sekitar 2%, mencerminkan likuiditas pasar yang masih mencari eksposur risiko di tengah ketidakpastian geopolitik.
■ Obligasi & Valuta Asing
Sentimen di pasar obligasi relatif stabil. Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun turun 2,3 basis poin ke sekitar 4,22%, sementara tenor 2 tahun bergerak sideways.
Indeks dolar AS menguat 0,45%, sepenuhnya menghapus pelemahan hari sebelumnya, dan dalam jangka pendek memberikan tekanan terhadap aset non-USD serta komoditas.
Prospek & Isu Utama (Key Outlook)● AS Ajukan Proposal Gencatan Senjata Sambil Perkuat Militer
Konflik AS–Iran memasuki fase eskalasi simultan antara jalur diplomatik dan militer.
AS mengajukan proposal gencatan senjata 15 poin sambil mempercepat pengerahan pasukan ke Timur Tengah, dengan timeline yang beririsan dengan tenggat waktu dari Trump.
Iran, di sisi lain, menyatakan kepada mediator bahwa mereka “tidak ingin kembali ditipu”, menolak utusan khusus AS, dan memperingatkan bahwa jalur energi di Selat Hormuz berpotensi mengalami tekanan.
Juru bicara militer Iran bahkan menyatakan bahwa “Amerika sedang bernegosiasi dengan dirinya sendiri.”
● Tekanan Inflasi Mulai Menguat
Harga impor AS pada bulan Februari naik 1,3% MoM, mencatat kenaikan bulanan terbesar sejak Maret 2022, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 1,3%, tertinggi sejak Februari 2025.
Jika harga minyak dikeluarkan, harga impor masih naik 1,2% MoM, level tertinggi sejak Januari 2022, menunjukkan tekanan harga telah meluas dari sektor energi ke barang yang lebih luas.
Harga ekspor juga meningkat 1,5%, tertinggi sejak Mei 2022.
Perlu dicatat bahwa data ini dikumpulkan sebelum eskalasi konflik Timur Tengah, sehingga risiko inflasi ke depan masih berpotensi meningkat lebih lanjut.
Fokus Data (GMT+8)
20:30 (US) Klaim Pengangguran Awal Mingguan hingga 21 Maret (ribu orang)
22:30 (US) Persediaan Gas Alam EIA Mingguan hingga 20 Maret (miliar kaki kubik)
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.
