简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
Inflasi Kembali Menguat, Harga Minyak Melonjak, Kepanikan Kredit Meluas
Ikhtisar:Tinjauan PasarPada Jumat lalu, pasar saham AS mengalami tekanan dari berbagai sentimen negatif. Data Producer Price Index (PPI) AS secara tak terduga meningkat di atas ekspektasi, menandakan inflasi y
Tinjauan Pasar
Pada Jumat lalu, pasar saham AS mengalami tekanan dari berbagai sentimen negatif. Data Producer Price Index (PPI) AS secara tak terduga meningkat di atas ekspektasi, menandakan inflasi yang masih persisten. Di saat yang sama, raksasa private credit Inggris, MFS, dilaporkan bangkrut akibat skandal “double pledge fraud”, memicu kekhawatiran akan potensi krisis kredit di Wall Street.
Indeks saham perbankan anjlok hampir 5%, dengan Jefferies merosot lebih dari 9%. Sektor teknologi juga tak luput dari tekanan. PHK 40% karyawan oleh Block memicu kekhawatiran bahwa AI semakin menggantikan tenaga kerja manusia. Saham Nvidia turun lebih dari 9% dalam dua hari pasca rilis laporan keuangan, sementara CoreWeave anjlok 18% akibat pelebaran kerugian yang melebihi perkiraan. Meskipun Dell melonjak lebih dari 22% berkat kinerja solid, indeks Nasdaq tetap gagal membalikkan tren pelemahan.
Dari sisi makro, arus dana safe haven membanjiri pasar obligasi, mendorong imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun turun menembus level 4,0%. Dolar AS menguat dalam jangka pendek. Yuan offshore melemah ke kisaran 6,87 setelah intervensi bank sentral Tiongkok, meskipun secara kumulatif masih menguat hampir 1.000 poin sepanjang Februari. Pasar kripto terus tertekan, dengan Bitcoin mencatat penurunan lebih dari 20% sepanjang Februari.
Komoditas menjadi sorotan utama:
Emas dan Perak: Sentimen risk-off mendorong harga emas melonjak lebih dari 10% sepanjang Februari, mencatat kenaikan bulanan terbesar dalam 14 tahun. Perak berjangka melonjak 8% hanya dalam satu hari pada Jumat.
Minyak Mentah: Pernyataan Presiden Donald Trump terkait kemungkinan aksi militer terhadap Iran memicu lonjakan premi geopolitik. Harga minyak sempat melonjak 4% intraday dan ditutup di level tertinggi tujuh bulan, sekaligus mencatat bulan kenaikan pertama dalam enam bulan terakhir.
Sorotan Utama
● AS Tidak Pertimbangkan Pelepasan Cadangan Minyak Strategis
Departemen Energi AS menyatakan bahwa pemerintah “tidak pernah mendiskusikan” penggunaan Strategic Petroleum Reserve (SPR) sebagai respons terhadap potensi kenaikan harga minyak. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa Washington menilai dampak konflik terhadap harga minyak masih dalam batas terkendali.
Dua perwakilan OPEC+ mengungkapkan bahwa dalam pertemuan hari Minggu, organisasi tersebut akan membahas opsi peningkatan produksi secara signifikan. Negara anggota berpotensi menyetujui peningkatan produksi tiga hingga empat kali lipat dari rencana awal.
● Core PPI AS Januari Catat Laju Tercepat dalam Setahun
PPI AS bulan Januari naik 0,5% MoM dan 2,9% YoY. Core PPI meningkat 0,8% MoM dan 3,6% YoY, jauh melampaui ekspektasi pasar. Pertumbuhan tahunan core PPI menjadi yang tercepat sejak Maret 2025.
Lonjakan biaya jasa menjadi pendorong utama, dengan margin sektor perdagangan grosir dan ritel melonjak 2,5%. Harga barang secara keseluruhan turun akibat pelemahan sektor energi, namun core goods tetap naik 0,7% secara bulanan.
Data PPI yang lebih tinggi dari perkiraan berpotensi mendorong kenaikan core PCE, sehingga kembali menekan ekspektasi penurunan suku bunga oleh Federal Reserve.
Agenda Ekonomi Penting (GMT+8)
22:45 (ET) – AS: Final S&P Global Manufacturing PMI Februari
23:00 (ET) – AS: ISM Manufacturing PMI Februari
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.

