Demam Piala Dunia Telah Tiba! Pilih broker Anda seperti Anda memilih tim Anda
Setiap kali sebuah acara sepak bola besar seperti Piala Dunia FIFA mendekat, satu pertanyaan pasti mendominasi percakapan di seluruh dunia: “Tim mana yang kamu dukung?”
简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
اردو
Ikhtisar:Indonesia dihebohkan kasus penipuan investasi bodong. Terbaru adalah kasus investasi ilegal berkedong robot trading. Namunnya Fahrenheit yang diduga menipu korban hingga Rp 5 triliun.

Pengelola platform investasi ini adalah PT FSP Akademi Pro. Mereka mengklaim memanfaatkan kecerdasan buatan (artificial intelligence) yang digunakan pada pasar aset kripto. Polisi telah menerima 100 aduan terkait penipuan ini.
Usut punya usut, ternyata PT FSP Akademi Pro sudah masuk ke dalam jajaran investasi ilegal yang dirilis Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan. Fahrenheit masuk dalam jajaran layanan perdagangan berjangka komoditi ilegal dan situsnya langsung diblokir oleh pemerintah.
Ada 1.222 situs web investasi bodong yang diblokir Bappebti. Dalam daftar itu nyatanya ada sekitar 20 website yang mengatasnamakan Fahrenheit dan diblokir Bappebti. Alamat website https://fspro.id yang sempat coba dibuka oleh detikcom pun masuk ke dalam daftar tersebut.
Berbagai jenis website lain yang mengatasnamakan Fahrenheit pun dicantumkan oleh Bappebti sebagai yang sudah diblokir. Misalnya https://fahrenheit.id, https://fahrenheitbot.net, https://fahrenheit-autocrypto.com, https://fahrenheitcryptorobot.com, hingga https://www.fahrenheit-indonesia.com.
Satgas Waspada investasi (SWI) yang terdiri dari 12 kementerian telah sering melakukan blokir terhadap penawaran investasi ilegal di Indonesia. SWI mengajukan blokir kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika, dan menyampaikan laporan informasi kepada Bareskrim Polri.
Berikut daftar entitas investasi robot trading ilegal yang dihentikan SWI, seperti dikutip dari rilis resmi Satgas Waspada Investasi, Kamis (24/3/2022):
1. MobileTrader RoboForex
2. BinomoRobot - Robot Perdagangan
3. Roboforex Indonesia/https://roboforex-indonesia.com
4. Robo-Id/https://www.robo-id.com/
5. Robot Forex Auto Pilot D7 MT4 Instaforex Broker
6. Auto Sultan Community
7. Smartxbot
8. Antares
9. Auto Trade Gold 4.0
10. Fahrenheit Robot Trading
11. Btrado
12. Robot Trading Pansaka (Auto Trade Gold)
13. RoyalQ Indonesia
14. Robot Trading Maxima Margin
15. Robot Trading Revenue Bintang Mas
16. Smartavatar.co.ltd
17. Robot Trading DNA Pro
18. EA50/PT Sentra Mega Indote
19. OPAFX- OPACTrading Limited.

Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.

Setiap kali sebuah acara sepak bola besar seperti Piala Dunia FIFA mendekat, satu pertanyaan pasti mendominasi percakapan di seluruh dunia: “Tim mana yang kamu dukung?”

Nicosia — Otoritas pasar modal Siprus, Cyprus Securities and Exchange Commission, resmi mencabut lisensi perusahaan penyedia CFD Conotoxia Ltd setelah lisensinya sebelumnya berada dalam status pembekuan sekitar satu tahun. Regulator menyatakan keputusan pencabutan diambil karena perusahaan gagal memenuhi persyaratan otorisasi dan kepatuhan yang diwajibkan untuk mempertahankan izin usaha.

Tiger Brokers (NZ) Limited menjadi sorotan setelah dampak sanksi CSRC terhadap aktivitas perdagangan lintas batas ilegal di China memengaruhi kinerja keuangan grup perusahaan pada 2026. Simak ulasan lengkap mengenai SCIO, CSRC, dampak hukuman terhadap Grup Tiger Brokers, serta profil Futu dan Longbridge beserta pelajaran penting bagi trader online.

Satu orang pedagang mencatatkan uang sebesar $5. 136 pada bulan Mei 2025, memperoleh sedikit keuntungan, kemudian meminta penarikan beberapa hari setelahnya. Waktu berlalu selama berbulan-bulan—baik modal maupun keuntungan yang diharapkan tidak kunjung kembali. Ketika dia akhirnya bisa menghubungi pihak perusahaan, dia justru diberitahu bahwa perusahaan tersebut "sedang mengalami kebangkrutan". Pedagang lain menggambarkan situasi ini dengan lebih tajam: "Hanya memungkinkan untuk menyetor, tetapi tidak bisa menarik. Platform ini telah bertransformasi menjadi skema Ponzi. "